"Dia sempat ngobrol pas ngasih data, (bilang) datang kemari dia mau cari kerja. Sudah jenuh sama kerjaan sebelumnya jadi kurir galon," ujar Lukman saat ditemui, Kamis (22/12/2016).
Orang yang dimaksud Lukman adalah Helmi. Di rumah kontrakan itu, Helmi mengontrak bersama Omen, Irwan dan Adam. Namun, Lukman mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Adam yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru dua kali pertemuan selama di sini. Pas pertama datang, yang kedua memberikan data. Jadi saya belum tahu gimana sifatnya, gerak-geriknya belum jelas," sambungnya.
(Baca juga: Adam Teroris Tangsel Pernah Jadi Teman Dekat Calon Pengantin Bom Istana)
Lukman pada pertemuan pertama itu mendatangi rumah kontrakan Helmi Cs. Namun dirinya tidak mendapat sambutan hangat.
"Saya sempat mau masuk tapi enggak bisa, dia nggak bilang apa-apa cuma bilangnya nanti saya yang ke rumah. Saya ada sedikit kesinggunggan, ada kecurigaan," sebut Lukman.
Rencana teror kelompok teroris Tangsel digagalkan saat tim Densus 88 menangkap Adam dan menyergap rumah kontrakan di Kampung Curug, Tangsel, Rabu (21/12). Di lokasi itu, 3 terduga teroris Irwan, Helmi dan Omen tewas ditembak anggota Densus 88 karena melakukan perlawanan dengan melempar bom aktif dan memberikan tembakan balasan.
(Baca juga: Polri Masih Tunggu Data Antemortem 3 Teroris Tangsel dari Keluarga)
Polri menyebut ada 6 bom aktif yang dirakit kelompok Adam Cs di kontrakan yang baru dihuni seminggu. Keenam bom rakitan yang disebut berdaya ledak rendah itu sudah diledakkan (disposal).
(fdn/fdn)










































