Penggerebekan terjadi setelah satu jam sebelumnya Tim Densus menangkap seseorang bernama Adam tak jauh dari rumah kontrakan yang ditempati Helmi, Abdul Rahman alias Omen, dan Irwan. Mereka berempat adalah salah satu sel kecil kelompok teroris di bawah pimpinan Omen.
Seperti apa profil Omen?
Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, Omen sebelumnya adalah bekas terpidana 7 tahun penjara kasus pembunuhan pada 2011 di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Salah satu pimpinan kelompok ini, OM alias AR, terkait dengan Hasibuan, tersangka penusukan di Medan. Ini sebenarnya dia napi kekerasan dulu, bukan teror, tapi direkrut di dalam lapas oleh Abu Haikal," kata Tito di Tangerang Selatan, Rabu (21/12/2016) kemarin.
Penelusuran detikcom saat menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Omen bertemu dengan seorang narapidana kasus terorisme yang memiliki nama samaran Raja Keong. Raja Keong ini ternyata adalah Bhakti Rasna alias Abu Haikal, mantan anak buah Dulmatin.
Dalam perjalanannya, Omen kemudian dipindahkan ke Lapas Subang di Jawa Barat. Dia bebas pada 17 Agustus 2016 setelah mendapatkan beberapa kali remisi.
Setelah bebas, Omen berkomunikasi dengan beberapa anggota Jamaah Ansharut Daulah melalui dunia maya. Di jagat maya, Omen menggunakan akun @Juhaiman Al Arkhabiliy. Dalam penelusuran polisi, Omen kemudian berkomunikasi dengan pemilik akun @Barbarossa, yang tak lain adalah Achmad Taufik alias Ovie, terduga perencana bom kantor Kedutaan Besar Myanmar tahun 2013.
Omen juga menjalin komunikasi dengan kelompok Nur Solikhin, yang berencana meledakkan bom panci di kawasan Istana Negara saat digelar Car Free Day. Omen mengaku kenal dengan Dian, perempuan yang berencana melakukan bom bunuh diri tersebut.
Setelah kelompok Nur Solikhin berhasil dilumpuhkan oleh polisi, Omen mengirim posting-an ke akunnya, @Juhaiman Al Arkhabiliy. Dia memuji keberanian Dian.
"Tadi baru habis membaca postingan isi surat yg ditulis oleh wanita baik yg pernah gue kenal. Masya Allah..! Niatnya jujur walau belum maksimal terealisasikan. Allahu Akbar..!.." begitu postingan Omen pada 12 Desember 2016.
(erd/fjp)











































