"Kenapa harus membentuk daerah otonomi baru? Karena untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kalau Kabupaten Cilangkahan jadi, warga tinggal ke Malingping sebagai ibu kota kabupaten," ujar Embay di depan warga pesisir pantai Binuangeun, Wanasalam, Lebak, Jumat (16/12/2016).
Ia menambahkan, saat ini proses pemekaran untuk daerah baru memang sedang dilakukan moratorium oleh pemerintah. Jika itu sudah selesai, ia berjanji akan berjuang bersama warga Banten selatan agar terbangun kabupaten baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Embay lalu bercerita saat dirinya masih menjadi aktivis pemekaran provinsi Banten. Saat dirinya berhasil membawa Presiden BJ. Habibie pada tahun 1999 ke pesantren Darul Iman di Pandeglang. Pemimpin pesantren dan dirinya membuat empat permintaan kepada presiden. Permintaan tersebut adalah Banten menjadi provinsi lepas dari Jawa Barat, Cilegon menjadi Kotamadya, pembangunan Universitas di Banten dan ada pemekaran untuk kabupaten di daerah selatan.
"Yang belum selesai perjuangan adalah tinggal pemekaran di Banten selatan," kata Embay.
Menurutnya, perjuangan terhadap berdirinya provinsi dan kehormatan yang melekat ke daerah ini sekarang sudah tercoreng akibat korupsi. Tanah jawara sudah tidak dihormati karena segelintir orang yang melakukan korupsi selama 13 tahun provinsi berdiri.
Ia berjanji, pemerintahan yang dibangun oleh Rano Karno dan dirinya akan bersih dari praktek korupsi. Bantuan ke daerah selatan yang selama ini minim akan ditingkatkan. Apalagi, ia dan pasangannya memiliki program peningkatan APBD menjadi 20 triliun dalam 5 tahun menjabat nanti.
"Insya Allah. Kalau saya dan pak Rano Karno diberi kesempatan, kita bersihkan Banten dari korupsi," ujarnya. (bri/erd)










































