"Namanya Dian Novi Yuli," kata Nasri (58), pengelola kos yang beralamat di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jawa Barat, saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (10/12/2016).
Dia menyatakan Dian belum lama tinggal di indekosnya. Dia mengenal Dian sebagai perempuan berjilbab berumur sekitar 35 tahun yang biasa-biasa saja. Saat pertama berjumpa pada sore tiga hari lalu, Dian langsung menginap pada malam harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian yang diingatnya setinggi 150 cm itu datang tanpa memesan kos terlebih dahulu, namun Dian bersedia membayar Rp 750 ribu per bulan sebagai uang sewa kosan.
Bom ditemukan di kos kamar 104 yang dihuni Dian pada sore tadi. Bom panci itu berdaya ledak tinggi. Selain Dian, ada pula tiga pria terduga teroris yang ditangkap, dua di antaranya ditangkap di Kalimalang Jakarta Timur dan satu lagi di Karanganyar Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya mengatakan bom yang ditemukan seberat 3 kg dan memiliki daya rusak ledakan mencapai 300 meter.
"Kalau ini misalnya dinyalakan kecepatannya dari tempat peledakan dari bahan ini 4.000 km/jam jadi cepat sekali dan ini kalau meledak radius 300 meter itu hancur semua dan barang ini akan diledakan besok pagi rencananya," terang Argo.
(dnu/fdn)










































