PTPN Gunung Mas Tuntut Kampus Binus Minta Maaf Soal Pendakian Mahasiswa

ADVERTISEMENT

PTPN Gunung Mas Tuntut Kampus Binus Minta Maaf Soal Pendakian Mahasiswa

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 08 Des 2016 19:35 WIB
Foto: Proses evakuasi mahasiswa Binus oleh tim SAR gabungan (Farhan/detikcom)
Jakarta - Pihak Universitas Bina Nusantara (Binus) menyebut mahasiswa mereka melalui jalur resmi saat mendaki Gunung Gede Pangrango lewat Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (5/11) lalu. Manajemen PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas membantah keras hal itu.

Kepala Administratur Perkebunan Gunung Mas Dedi Kusramdani memberi klarifikasi kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (8/12/2016) malam. Dia menjelaskan, para mahasiswa Binus ini masuk ke kawasan Gunung Mas pada Senin (5/11) sebagai pengunjung biasa.

"Mereka masuk sebagai pengunjung kawasan agrowisata Gunung Mas dan membeli tiket melalui loket resmi. Tapi mereka keluar dari kawasan dan mendaki ke Gunung Gede, itu jalur tidak resmi," kata Dedi.

"Jalur resmi itu tidak melalui Gunung Mas. Saya sudah konfirmasi juga ke Kepala Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," sambung Dedi yang ikut membantu evakuasi para korban pada Selasa (6/12).

Dedi menuntut Universitas Binus mengklarifikasi pernyataannya dan segera meminta maaf kepada PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas. Jika tidak, pihaknya akan melakukan somasi.

PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas merasa nama baiknya telah dicemarkan oleh Universitas Binus. Dalam jumpa pers Rabu (7/12) lalu, Pembantu Rektor Urusan Kemahasiswaan dan Pengembangan Masyarakat Universitas Binus Andreas Chang menyebut para mahasiswanya sudah mengantongi izin pendakian kepada petugas Gunung Mas.

Baca juga: Mahasiswa Meninggal Saat Mendaki Gunung Gede, Ini Penjelasan Kampus Binus

"Mahasiswa kami sudah melakukan izin pendakian kepada petugas Gunung Mas. Mereka lewat jalur resmi. Dari cerita mahasiswa yang selamat, mereka lewat jalur resmi. Orang mereka yang ada di lapangan waktu itu. Jadi kalau ada yang bilang mahasiswa tidak lewat jalur pendakian resmi, itu bukan tanggung jawab kami. Kami diberi tahu mahasiswa yang ada di lapangan selama kejadian," kata Andreas saat itu.

Baca juga: 17 Mahasiswa Binus yang Tersesat di Gunung Gede Masuk Lewat Jalur Terlarang

Berikut pernyataan lengkap dari PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas

Kami dari Manajemen Perkebunan Gunung Mas perlu mengklarifikasi:

1. Kebun Gunung Mas adalah kawasan agrowisata kebun teh, bukan merupakan jalur atau track untuk pendakian ke gunung Gede dan Pangrango. Jalur resmi pendakian sesuai ketentuan dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) hanya ada 3 yaitu Cibodas, Gunung Putri (Cianjur) dan Salabintana (Sukabumi)

2. Petugas kami TIDAK PERNAH memberikan izin pendakian kepada rombongan tersebut. Mereka masuk sebagai pengunjung biasa melalui loket masuk. Yang berwenang memberikan izin pendakian gunung adalah TNGGP dengan dilengkapi izin dari kepolisian. Mestinya semua organisasi MAPALA tahu prosedur tersebut.

3. TIDAK ADA permohonan izin dari pihak Universitas Bina Nusantara kepada Manajemen Gunung Mas untuk melakukan kegiatan kemahasiswaan di kawasan Kebun Gunung Mas.

4. Pada saat evakuasi, korban ditemukan DI LUAR kawasan Gunung Mas. Korban ditemukan di kawasan Taman Nasional Gn Gede Pangrango.

5. Kami membantu proses evakuasi bersama-sama dengan Tim SAR Gabungan, evakuasi diarahkan ke lokasi kami karena lebih dekat dan mudah untuk pertolongan selanjutnya. Korban yang selamat, dievakuasi sementara di GOR Kebun Gunung Mas dan diberikan makanan dan minuman, perawatan P3K. Dari pihak Universitas Bina Nusantara hanya ada Saudara Jefry yang mengaku sebagai penanggung jawab mahasiswa.

Maka dengan ini kami minta pihak Universitas Bina Nusantara agar mengklarifikasi kembali pernyataan di media dan meminta maaf, atau akan kami somasi karena telah mencemarkan nama baik kami.

Manajemen Gunung Mas (hri/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT