Mahasiswa Meninggal Saat Mendaki Gunung Gede, Ini Penjelasan Kampus Binus

ADVERTISEMENT

Mahasiswa Meninggal Saat Mendaki Gunung Gede, Ini Penjelasan Kampus Binus

Galang Aji Putro - detikNews
Rabu, 07 Des 2016 19:47 WIB
Foto: Suasana jumpa pers (Galang/detikcom)
Jakarta - Satu orang mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) bernama Edward (19) meninggal dunia saat mendaki Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Pihak kampus menyatakan, menurut keterangan dokter korban sehat saat berangkat.

Universitas Binus menggelar jumpa pers terkait kasus ini di sebuah restoran di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016). Hadir Pembantu Rektor Urusan Kemahasiswaan dan Pengembangan Masyarakat Universitas Binus Andreas Chang.

Andreas menjelaskan ada 16 orang mahasiswa Binus yang berangkat mendaki Gunung Gede Pangrango. Aktivitas ini merupakan kegiatan anggota UKM Swanarapala, organisasi pecinta alam di kampus ini.

Baca juga: Begini Penampakan Evakuasi 17 Mahasiswa Binus dari Gunung Gede

"Saya baru dapat informasi kalau dari 17 mahasiswa, 1 orang batal ikut karena sakit. Jadi ada 16 mahasiswa yang naik, 15 selamat, 1 menjadi korban (meninggal). Kami juga sedang cari informasi mengenai jumlah senior dan siapa saja senior yang ada di lapangan waktu itu," ujar Andreas yang mengaku tidak hafal saat ditanya siapa-siapa saja nama peserta yang ikut.

Para mahasiswa ini berangkat mendaki dengan masuk melalui wilayah Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (5/11) sore. Menurut Andreas, para mahasiswanya mendaki lewat jalur resmi, berbeda dengan keterangan yang disampaikan polisi dan aparat setempat.

Baca juga: 17 Mahasiswa Binus yang Tersesat di Gunung Gede Masuk Lewat Jalur Terlarang

"Kami ingin tegaskan bahwa rekan-rekan mahasiswa pecinta alam kami sudah berkonsultasi dan melalui jalur pendakian resmi, itu menurut rekan-rekan petugas di Gunung Mas. Jadi mereka tidak berani menyimpang dari jalur pendakian resmi," ujarnya.

"Mahasiswa kami sudah melakukan izin pendakian kepada petugas Gunung Mas. Mereka lewat jalur resmi. Dari cerita mahasiswa yang selamat, mereka lewat jalur resmi. Orang mereka yang ada di lapangan waktu itu. Jadi kalau ada yang bilang mahasiswa tidak lewat jalur pendakian resmi, itu bukan tanggung jawab kami. Kami diberi tahu mahasiswa yang ada di lapangan selama kejadian," sambung Andreas menegaskan.

Saat melakukan pendakian, menurut Andreas, sekitar pukul 21.00 WIB mahasiswa bernama Edward (19) mengalami hipotermia hingga berhalusinasi. Rekan-rekan korban kemudian melakukan penanganan, namun nyawa korban tidak tertolong.

"Korban ini meninggal di luar perkiraan kita karena terjadi hypothermia dan juga sudah dilakukan berbagai pertolongan. Pada waktu melakukan pertolongan semua tim berkumpul di satu titik. Jadi tidak benar jika mereka tersesat atau tidak benar juga mereka terpencar. Ketika yang bersangkutan waktu itu mulai berhalusinasi rekan-rekan senior langsung bertindak dengan mendirikan tenda untuk penghangat, mereka memakai kompor penghangat serta juga mengganti pakaian korban sebanyak 2 kali agar korban tetap kering dan hangat," ujarnya.

Mengetahui kondisi itu, 2 orang mahasiswa kemudian turun meminta pertolongan warga. Mereka semua, termasuk korban yang meninggal berhasil dievakuasi keesokan harinya atau Selasa (6/12) siang.

Andreas menambahkan, kegiatan para siswanya itu merupakan kegiatan legal yang diketahui kampus. Korban yang meninggal menurutnya saat mendaki juga dalam keadaan sehat. Dia juga menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukanlah ospek.

"Di Binus tidak ada ospek, adanya orientasi. Orientasi umum, orientasi akademik, dan orientasi kehidupan kampus. Tidak ada ospek. Di Binus itu ada 100 lebih organisasi kemahasiswaan, salah satunya adalah organisasi pecinta alam. Organisasi pecinta alam kan memang kegiatannya di alam bebas, salah satunya mendaki gunung. Mereka melakukan kegiatan itu juga sudah ada izin dari kami, selain itu juga harus melampirkan surat keterangan dokter dan surat izin dari orang tua. Yang bersangkutan juga dalam keadaan sehat menurut keterangan dokter," ucapnya.

Keterangan polisi dan aparat setempat sebelumnya menyebut para mahasiswa ini mendaki Gunung Gede melalui jalur terlarang. Polisi menyebut mereka semua hendak melakukan ospek.

Baca juga: 17 Mahasiswa Binus yang Sempat Tersesat di Gunung Gede Hendak Gelar Ospek (hri/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT