Polisi Temukan Senjata Api, 2 Warga Ambon Ditahan
Rabu, 06 Apr 2005 14:44 WIB
Ambon -
Aksi sweeping aparat gabungan Polres Pulau Ambon dan pulau Lease dan Brimob BKO Kalimantan kembali digelar. Lagi-lagi aparat berhasil mengamankan sejumlah senjata dan amunisi dari rumah-rumah warga. "Kami menemukan sejumlah amunisi dan senjata jenis rakitan serta beberapa bom," ujar Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leonidas Braksan kepada detikcom di Mapolres Pulau Ambon, Jl. dr Latumenten, Ambon, Rabu (6/4/2005).Sweeping, salah satunya digelar di Kelurahan Urimessing dan Kompleks Ponegoro, Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Nusaniwe kota Ambon semalam. Selain menyita puluhan senjata dan amunisi, aparat gabungan juga menahan dua warga, Hendra Tomatala dan Yuyun Madjid. Hendra ditahan karena kedapatan menyimpan satu pucuk senjata rakitan laras panjang sedangkan, Yuyun Majid menyimpan tiga butir peluru colt dan 17 butir peluru SS1.00Saat sweeping, Yuyun tidak berada di tempat. Keduanya kini ditahan untuk dimintai keterangannya. Berbagai senjata dan amunisi yang berhasil disita di dua tempat itu adalah senjata rakitan dua buah, bom 21 buah, popor senjata laras panjang satu buah, peluru kaliber 5,6 mm sebanyak 165 butir, peluru jenggel sebanyak 64 butir dan peluru colt, 13 butir serta peluru hampa 30 butir. Pamswakarsa Amankan Titik Rawan Sementara itu, mengantisipasi HUT RMS pada 25 April, aparat Kepolisian Sektor Baguala Ambon telah membentuk Pamswakarsa yang akan mengamankan berbagai titik rawan yang diidentifikasi. "Kami telah identifikasi beberapa titik rawan di wilayah Baguala. Dan untuk mengamankan berbagai titik rawan itu, sudah ada Pamswakarsa," ungkap Kapolsek Baguala, Iptu Deny Nanlohy, kepada wartawan di Ambon, Rabu (6/4/2005).Dijelaskan Nanlohy, Pamswakarsa yang dibentuk tersebar pada masing-masing desa di lingkup wilayah Baguala. "Jadi pos-pos kamling semua akan difungsikan," kata dia.Dicontohkan dia, pada desa Hutumuri Kecamatan Baguala kota Ambon, pihaknya berhasil mengeindetifikasi tiga titik rawan jelang 25 April nanti. "Di desa Hutumuri saja ada tiga titik rawan. Dan itu sudah masuk agenda kita," ujar Nanlohy.Dikatakan juga, dibentuknya Pamswakarsa ini sekaligus mengantisipasi adanya isu-isu menyesatkan yang akan mengganggu tatanan hidup orang Maluku. "Ini juga berfungsi untuk mengantisipasi isu-isu menyesatkan yang disebarkan orang-orang tidak bertanggung jawab," tandasnya.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
