Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali

Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 29 Nov 2016 14:52 WIB
Pelajar Purwakarta Buntuti Orangtua Dua Minggu Sekali
Foto: Pelajar dua minggu sekali bantu orangtua (Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) membebaskan para pelajar SD dan SMP negeri tidak belajar di dalam kelas setiap dua minggu sekali.
 Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali  Foto: Pelajar dua minggu sekali bantu orangtua (Tri Ispranoto/detikcom)

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjelaskan, dalam agenda bebas tersebut pelajar harus mengikuti kegiatan orang tuanya mencari nafkah baik pekerja kantoran, buruh, wirausaha, petani, hingga penyedia jasa seperti ojek dan sopir angkot.

"Mulai hari ini setiap Selasa, dua minggu sekali pelajar mengikuti kegiatan orang tua atau walinya. Bukan berarti libur melainkan tetap belajar di luar kelas dalam bentuk yang lebih aplikatif," jelas Dedi saat berkunjung ke salah satu rumah pelajar anak pembuat peuyeum (tape) di Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Selasa (29/11/2016).
 Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali  Foto: Pelajar dua minggu sekali bantu orangtua (Tri Ispranoto/detikcom)

Selama ini, kata Dedi, banyak anak yang tidak tahu atau paham pekerjaan orang tuanya. Hal tersebut membuat anak cenderung hanya tahu mendapatkan uang tanpa tahu proses kerja keras orang tua.
 Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali  Foto: Pelajar dua minggu sekali bantu orangtua (Tri Ispranoto/detikcom)

Oleh karena itu, banyak dari pelajar yang hidup berkecukupan, memiliki egoisme tinggi, membantah orang tua, hingga berlaku boros. Bahkan tak jarang pelajar malah menghabiskan waktu seperti ngebut-ngebutan dengan motor, 'nongkrong', hingga bermain gadget.

"Ini (mengikuti pekerjaan orangtua) bagian dari transfer ilmu yang lebih aplikatif. Sekaligus membangun emosional anak dengan orang tua," katanya.
 Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali  Foto: Pelajar dua minggu sekali bantu orangtua (Tri Ispranoto/detikcom)

Dia menyebutkan, seorang pelajar yang membantu pekerjaan orang tuanya selain bisa turut merasakan peluh keringat mereka sehari-hari juga secara tidak langsung terjadi transfer ilmu yang kelak nantinya akan dikembangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anaknya tukang tembok ikut bekerja juga. Bukan berarti nanti besar mereka harus jadi tukang tembok juga. Tapi mereka sudah punya bekal ilmu kelak agar termotivasi menjadi pemborong atau arsitektur," ucap Dedi.
 Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali  Foto: Pelajar dua minggu sekali bantu orangtua (Tri Ispranoto/detikcom)

Disinggung soal pengawasan, Dedi memastikan kegiatan tersebut tetap dipantau oleh guru-guru. Selain itu pelajar masih akan terpantau melalui buku kendali siswa yang dipegang oleh orang tuanya.

"Kalau sekolah di kampung-kampung kan gurunya dekat jadi bisa terkontrol meskipun acak. Kalau yang di kota masih bisa terpantau oleh buku kendali siswa. Jadi kalau pun orang tuanya bohong, ya berarti mereka sudah gagal mendidik anaknya sendiri," tutur Dedi.

 Pelajar Purwakarta 'Buntuti' Orangtua Dua Minggu Sekali  Foto: Pelajar dua minggu sekali bantu orangtua (Tri Ispranoto/detikcom)
(nwy/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini