KPK Duga Kasubdit Ditjen Pajak yang Terkena OTT Kerap Terima Suap

KPK Duga Kasubdit Ditjen Pajak yang Terkena OTT Kerap Terima Suap

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 24 Nov 2016 16:31 WIB
KPK Duga Kasubdit Ditjen Pajak yang Terkena OTT Kerap Terima Suap
Laode M Syarif/ Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Diduga Handang sudah berkali-kali menerima suap.

Ia diduga menerima suap dari Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia, Rajesh Rajamohanan Nair untuk menangani permasalahan pajak perusahaannya sebesar Rp 78 miliar.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Syarif menduga Handang kerap menerima uang suap untuk pengurusan pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya belum tahu persis apakah lebih dari sekali. Tapi biasanya orang yang sudah begitu kan pasti bukan hanya perbuatan sekali," kata Syarif usai sebuah acara di Hotel JW Luwansa, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2016).

Menurut Syarif, kasus ini dapat menjadi pintu masuk untuk terbukanya kasus suap terkait pajak. Saat ini, penyidik KPK juga meneliti informasi serta dokumen-dokumen yang didapatkan usai penggeledahan yang dilakukan di empat tempat kemarin.

"Karena pertama, dia salah satu yang memeriksa semua yang berhubungan dengan pajak. Sehingga semua informasi yang dimiliki dia, semua sedang kita teliti karena kemarin baru pengeledahan di ruang dia," tutur Syarif.

Handang ditangkap setelah menerima uang dari Rajesh sejumlah USD 148.500 atau senilai Rp 1,9 miliar. Pemberian ini adalah tahap pertama dari total uang yang akan diberikan sebanyak Rp 6 miliar yang disepakati.

Kedua tersangka sudah ditahan penyidik KPK untuk 20 hari ke depan. Handang dan Rajesh ditahan di dua rumah tahanan terpisah. Tersangka Handang ditahan di Rutan KPK dan Rajesh di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur. (jbr/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads