Terbesar, Latihan Antiteror AS 'TOPOFF 3' Digelar
Selasa, 05 Apr 2005 17:20 WIB
Jakarta - Suara ledakan yang disusul dengan asap hitam pekat yang membumbung tinggi, terjadi di sebuah kota pelabuhan Amerika Serikat. Para teroris baru saja meledakkan sebuah bom kimia di kota kecil New London, AS.Pada waktu yang bersamaan, sekitar 250 kilometer ke arah selatan, serangan senjata biologi terjadi di New Jersey. Wah! Tapi tunggu dulu, dua peristiwa itu tidak benar-benar terjadi.Kedua 'serangan' itu hanya bagian dari latihan antiteror yang baru dimulai di AS. Latihan massiv yang diberi nama "TOPOFF 3" (singkatan dari Top Official) itu akan berlangsung lima hari. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesigapan sekitar 10 ribu pejabat lokal dan federal terhadap serangan-serangan di AS yang menggunakan senjata pemusnah massal. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (5/4/2005).Kejadian rekayasa itu melibatkan tim-tim khusus bahan berbahaya, aparat polisi, paramedis, personel pertahanan sipil dan partisipan-partisipan lain hingga pejabat-pejabat senior keamanan pemerintah.Menurut skenario, para teroris -- sekelompok pakar teror yang berperan sebagai Tim Merah -- berencana menyerang New York City dan Boston. Namun kemudian rencana mereka berubah. Teroris mengganti target ke New London dan New Jersey.Di New London, tepatnya di sebuah pangkalan militer, lusinan korban tergeletak di samping dua mobil yang musnah terbakar. "Tolong," jerit salah seorang korban luka. Dalam beberapa menit, tim penyelamat tiba di lokasi dan langsung memberikan pertolongan bagi korban.Itu semua merupakan bagian dari latihan tahunan yang telah memasuki tahun ketiga dan terbesar hingga saat ini. TOPOFF 3 tahun ini agak sensitif karena kedekatan lokasinya dengan New York City, yang menjadi target serangan teroris 11 September 2001 silam.Kepala Keamanan Dalam Negeri AS Michael Chertoff sampai harus memberikan kepastian kepada warga New York bahwa itu semua semata-mata fiksi. "Saya juga ingin menjelaskan bahwa tidak satu pun lokasi yang disebut ataupun skenario-skenario itu diambil berdasarkan informasi intelijen yang spesifik," tegasnya.
(ita/)











































