26 SMA Mati Listrik, Pemprov DKI Selidiki Kesalahan Input Anggaran

26 SMA Mati Listrik, Pemprov DKI Selidiki Kesalahan Input Anggaran

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 23 Nov 2016 11:03 WIB
26 SMA Mati Listrik, Pemprov DKI Selidiki Kesalahan Input Anggaran
Kegiatan belajar mengajar di SMAN 48 Jaktim terganggu karena aliran listrik diputus PLN, Selasa (22/11/2016). Foto: Nugroho Tri Laksono-detikcom
Jakarta - Kegiatan belajar mengajar di 26 SMA/SMK terganggu akibat diputusnya aliran listrik karena tunggakan pembayaran. Kini Pemprov DKI Jakarta menyelidiki penyebab kesalahan input anggaran pada APBD.

"Ini bagian kesalahan di tingkat teknis untuk memasukkan (anggaran). Ada dua kemungkinan (kesalahan), salah yang memasukkan atau sudah dimasukkan (mata anggaran) tapi tidak te-record dengan baik. Ini dua hal yang harus kita selidiki nanti baru ketahuan," ujar Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono (Soni) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).

(Baca juga: Plt Gubernur DKI Kecewa Listrik 26 SMA Diputus, Tak Ingin Kasus Terulang)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahan input ini menurut Soni membuat anggaran untuk pembayaran kebutuhan listrik tidak teralokasikan. Akibatnya terjadi tunggakan pembayaran listrik hingga PLN memutuskan aliran listrik.

(Baca juga: Total 7 SMA/SMK di Jaktim yang Aliran Listriknya Diputus Gara-gara Tunggakan)

"Tapi kalau Sudin (Dinas Pendidikan) tidak memasukkan (alokasi anggaran) itu harus ada tindakan. Tapi kalau kesalahan secara teknologi, recordingnya kok enggak masuk, itu artinya kesalahan teknis. (Berarti) sistem harus diperbaiki," katanya.

Dampak diputusnya aliran listrik membuat kegiatan belajar terganggu, salah satunya di SMAN 48 Pinang Ranti, Jakarta Timur. Di sekolah ini, siswa belajar dengan bantuan penerangan menggunakan lilin. Bahkan ada siswa yang terpaksa lesehan belajar di luar ruang kelas.

Pemutusan listrik ini yang disesalkan Soni. Dia ingin PLN dan Pemprov membuat nota kesepahaman (MoU) agar kejadian pemutusan listrik sekolah tidak lagi terulang.

(Baca juga: Siswa SMAN 48 Belajar Pakai Lilin, Disdik: Ini karena Anggaran Salah Input)

"Harusnya ke PLN dikasih tahulah bahwa ini ada persoalan administrasi sehingga PLN juga enggak main hentikan saja. Nanti kalau ada problem kabel-kabel PLN bermasalah di Jakarta ini, dia juga minta tolong ke pemerintah provinsi. Jadi harus kerja sama yang baiklah antara penguasa wilayah dengan penguasa sektoral," tuturnya.

"Kalau nanti pelajar-pelajar itu belajar dengan lilin, itu kan efeknya juga enggak baik untuk anak didik kita. Kecuali enggak mau bayarlah. Ini ada (uangnya), hanya administrasi saja. Karena itu saya enggak mau terulang kembali. Setahun kita bayar semuanya," tegas Soni.

(fdn/dhn)


Berita Terkait