"Program yang saya tawarkan pemberdayaan komunitas harus menjadi basis pembangunan Jakarta. Yang dari bawah mempunyai hak menyerukan aspirasinya. Mereka yang di bawah tidak merasa dilibatkan didengar aspirasinya, bahkan dicurigai. Mereka harus dilibatkan secara langsung," ucap Agus di resto Es Teller 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).
Program yang dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, kata Agus bermula dari ruang lingkup terkecil. Oleh karenanya akan dialokasikan dana Rp 1 M bagi komunitas RT dan RW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka duduk bersama dan mereka ajukan ke pemprov. Sehingga tidak ada penyelewengan. Itulah paradigma baru. Bottom up-top down. Ketemu ditengah-tengah yang dipimpin langsung gubernur. Bagi gubernur esensinya semua merata," tambah dia
Bagi Agus, peningkatan kemampuan warga menengah ke bawah adalah yang utama. Karena nantinya akan dialokasikan pula dana bergulir bagi para pengusaha kecil untuk mengembangkan usahanya yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja.
"Kita ingin meningkatkan kemampuan warga melalui usaha dengan dana bergulir. Mereka kecil dan enggak berkembang. Kita ingin memajukan usahanya," ucap Agus.
"Pengangguran terbuka di Jakarta berjumlah 368 ribu. Dengan dana bergulir Rp 1 triliun tahap pertama, maka diharapkan bisa menghasilkan 20 ribu lapangan usaha maka bisa mengurangi 100-200 ribu pekerja. Dengan asumsi setiap usaha terdiri dari lima pekerja," pungkas Agus.
(dnu/dnu)










































