Beredar SMS untuk Mengisi Polling tentang Korupsi di Ditjen Pajak

Beredar SMS untuk Mengisi Polling tentang Korupsi di Ditjen Pajak

- detikNews
Selasa, 05 Apr 2005 09:02 WIB
Jakarta - Polling adalah hal lazim yang dilakukan detikcom untuk menjaring opini masyarakat terhadap sebuah masalah. Dalam beberapa hari ini detikcom mengadakan polling tentang tudingan terhadap Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). Polling ini bukannya tanpa dasar, karena sebelumnya tudingan miring disampaikan Kwik Kian Gie terhadap lembaga yang dipimpin Hadi Purnomo ini. Kwik sebelumnya telah menuduh aparat Ditjen Pajak melakukan korupsi. Kwik menuding aparat pajak melakukan korupsi PPH dan PPN non migas sebesar Rp 180 triliun pada APBN 2003. Tudingan Kwik pun menuai ancaman somasi dari Dirjen Pajak Hadi Purnomo. Atas ancaman somasi itu, Kwik pun meminta maaf. Tak hanya Kwik yang menuding Ditjen Pajak korupsi. Ekonom Faisal Basri pun menuding hal yang sama. Namun jumlah yang uang dikorupsi Ditjen Pajak tidak sebanyak tudingan Kwik. Faisal menyatakan, Ditjen Pajak melakukan korupsi yang menyebabkan potensi kerugian negara sebesar Rp 40 triliun. Faisal pun mengaku punya datanya.Dari data yang diperolehnya, pihaknya mensinyalir adanya pelewengan pajak yang mencapai lebih dari Rp 40 triliun per tahunnya. "Potensi kerugian negara sebesar Rp 40 triliun. Angka ini tidak masuk dalam kas negara tetapi itu tercecer dan diambil oleh aparat pajak, dinikmati pengusaha dan akhirnya menguap. Artinya ada debt weight loss," katanya.Atas dasar itulah maka detikcom mengadakan polling tersebut. Isi polling itu adalah; Aparat pajak diindikasikan tilep triliunan. Setujukah Anda dgn tuduhan itu? Jawabannya, adalah 1. Ya 2. Tidak dan 3 Tidak Tahu.Polling tersebut dimulai sejak Kamis, 31 Maret 2005 14:56:00 WIB, dimana jumlah pemilih hingga berita ini diturunkan sebanyak 2.076 pemilih. Namun hasil agak cukup menarik, mengingat yang menyatakan Ya sebanyak 124 atau 6,0 persen, lalu menyatakan Tidak sebanyak 1724 atau 83,0 persen dan tidak tahu sebanyak 228 atau 11,0 persen. Total pemilih hingga Selasa (5/4/2005) pukul 07:38:13 sebanyak 2.076 atau 100 persen.Tentunya wajar jika hal ini mengagetkan mengingat tingkat kepercayaan rakyat terhadap birokrat atau pun pegawai negeri sudah sangat tipis. Uniknya, di tengah melonjaknya nilai plus untuk Ditjen Pajak, beredar SMS yang berisi ajakan mengisi polling itu. detikcom mendapatkan SMS itu dari sebuah sumber terpercaya.Isi SMS tersebut adalah Buka internet di https://www.detik.com (sebelah kiri bawah) ada polling di detikpolling yg menyatakan aparat pajak diindikasikan teleh menilep dana pajak triliunan rupiah. Jawablah TIDAK dan TIDAK TAHU sebegai bentuk dukungan kita kpd instansi bahwa DPJ tidak sebobrok yg mereka duga. Tolong sebarkan pesan ini kpd rekan-rekan di DPJ seluruh Indonesia. Majulah DPJ...Berbakti Untuk Negeri (Hadi Purnomo).Apakah benar ada "pengerahan massa" untuk mengisi polling tersebut? Dan apakah benar SMS itu bersumber dari Hadi Purnomo, Dirjen Pajak? Tentang kebenarannya, belum bisa dikonfirmasi. Bisa jadi pula itu hanya ulah "oknum" tertentu yang berusaha mengais di air keruh. Dan meskipun polling detikcom tidak berdasar metode ilmiah yang mempresentasikan pendapat publik secara utuh, namun tetap menarik untuk diikuti.Anda ingin urun suara? Silakan klik di Polling Pajak. (mar/)


Berita Terkait