Intelektual Muda NU Anjurkan Ahok dan Habib Rizieq Islah

Intelektual Muda NU Anjurkan Ahok dan Habib Rizieq Islah

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 15 Nov 2016 14:33 WIB
Intelektual Muda NU Anjurkan Ahok dan Habib Rizieq Islah
Zuhairi Misrawi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilaporkan oleh sejumlah Ormas Islam, salah satunya FPI pimpinan Habib Rizieq Shihab. Saat proses hukum pidato Ahok yang menyebut Surat Al Maidah ayat 51 berjalan di kepolisian, salah seorang intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) menganjurkan Ahok dan Rizieq berdamai.

"Islah sebenarnya sangat dianjurkan. Alquran sudah mengajarkan itu," kata Zuhairi dalam keterangan persnya, Selasa (14/11/2016).

(Baca juga: Soal Islah, Tim Ahok Siap Mediasi dengan Habib Rizieq dan Para Ulama)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Zuhairi yang juga politisi PDIP ini menjelaskan pihak pendukung Ahok siap berislah dengan para ulama yang melakukan demonstrasi 4 November lalu itu. Mediasi juga bisa dilakukan antara pihak Ahok dengan pihak para demonstran. Zuhairi juga setuju dengan sikap pendukung Ahok itu.

"Kami siap duduk bersama. Sudah beberapa kali juga dialog di televisi. Kalau itu memang membantu kebhinnekaan dan memperbaiki demokrasi kita lebih substantif apapun kami lakukan. Tentu kalau platform yang mereka kemukakan adalah NKRI, Pancasila, Kebhinekaan, dan rule of law," katanya.

Islah bisa menjadi metode solutif bagi persoalan ini. Lewat islah, harmoni antaranak bangsa bisa terwujud. "Saatnya kita menghentikan semua pertentangan. Saya percaya, islah menjadi solusi bagi semua elemen bangsa," tegasnya.

(Baca juga: Tim Ahok Siap Islah, Munarman: Jangan Mau Dibohongi)

Namun Zuhairi juga meyakini bahwa Ahok tidak bersalah dalam kata sambutan 27 September di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu itu. Justru maksud Ahok lewat pidatonya kala itu agar tak ada politisasi terhadap ayat suci. Zuhairi menilai politisasi agama bisa sangat berbahaya, maka tidak perlu dilakukan.

"Sama sekali tidak ada unsur penistaan agama dalam kasus ini. Apa yang disampaikan pak Ahok sebagai warning agar ayat suci jalan dipelintir untuk kepentingan politik," kata Zuhairi.

Menurutnya, menggunakan ayat suci untuk kepentingan politik pragmatis sangat berbahaya mengingat bangsa ini dibangun di atas keberagaman. Untuk itu, semua elemen anak bangsa harus bersama-sama merawat kebhinnekan bangsa ini. "Kemajemukan Indonesia sesuatu yang tidak terbantahkan. Mari kita bersama-sama menjaganya agar tidak tercerai berai oleh politisasi," terangnya.

Kini dia berharap pihak kepolisian bisa memproses perkara itu seadil-adilnya. Kepolisian tak boleh tunduk kepada desakan kelompok-kelompok, melainkan harus tunduk pada Undang-undang. Apalagi, tambahnya, Ahok sudah meminta maaf atas ucapannya di Kepulauan Seribu itu.

"Pak Ahok sudah meminta maaf, dan mestinya secara etik-moral kasus pak Ahok ini sudah selesai," kata Zuhairi.

(dnu/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini