DetikNews
Minggu 13 November 2016, 16:30 WIB

Bom di Depan Gereja Samarinda, Mendagri: Ini Teror pada Masyarakat

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Bom di Depan Gereja Samarinda, Mendagri: Ini Teror pada Masyarakat Foto: Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Mendagri Tjahjo Kumolo dengan tegas mengatakan aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene Samarinda adalah teror. Semua pemerintah daerah (pemda) mesti meningkatkan deteksi dini.

"Ya apapun bentuk kekerasan, tidak boleh ditolerir kan. Ini negara hukum, ada aturannya, ada etikanya, menyampaikan aspirasi juga sama. Kalau sampai hari ini masih ada bom, berarti ini benar-benar daripada teror kepada masyarakat. Saya kira semua akan mengutuk," jelas Tjahjo.

Pernyataan itu disampaikan Tjahjo usai menghadiri Rapimnas PPP dan Munas Alim Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Minggu (13/11/2016). Apakah indikasi ini termasuk teror pada negara?

"Apapun, sampai namanya bom meledak, ini juga bagian daripada teror. Saya kira pihak BIN sudah melakukan telaahan, saya yakin akan bisa terungkap siapa yang di balik ini," imbuh dia.

Dia sendiri mengetahui adanya bom di depan Gereja Oikumene melalui SMS. Padahal, Tjahjo sendiri hendak menuju Samarinda dalam rangka membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Dia pun menyarankan agar seluruh pemda di Indonesia melakukan deteksi dini agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

"Saya tetap mengharapkan, kami sudah menugaskan kepada Kesbangpol kami untuk ke sana. Bahwa tolong yang penting adalah deteksi dini. Pemerintah daerah, harus, semua tingkatan mulai gubernur sampai camat harus terus berkomunikasi dengan BIN, kepolisian, dengan TNI, dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat. Saya belum bisa detail karena baru saya lihat tadi," jelas dia.
(nwk/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed