Jakarta - Elektabilitas duet Ahok-Djarot di Pilgub DKI menurut hasil survei LSI Denny JA terus merosot. Partai Nasdem sebagai partai pengusung menyebut akan tetap bekerja menggerakkan mesin-mesin politik yang ada.
"Kita apresiasi berapapun hasil survei kita akan semakin waspada. Tapi dalam situasi seperti ini metode metode itu perlu disempurnakan," kata anggota tim pemenangan Ahok-Djarot Bestari Barus saat berbincang, Kamis (10/11/2016).
"Bukan jelek tapi dalam keadaan seperti ini metode itu perlu disempurnakan lagi. Tidak dalam situasi yang equal. Kita tetap bekerja, perangkat perangkat semua," sambung dia.
Menurutnya, para pendukung Ahok-Djarot kini makin giat bergerilya mencari dukungan. Ia masih optimistis Ahok-Djarot masih yang nomor satu saat pencoblosan Februari nanti.
"Sekarang justru makin banyak yang militan walaupun diam diam. Jadi gerakan bawah tanah makin kencang. Tadinya mungkin mendukung idealis karena keluarga saja. Sekarang mereka ngajak orang, dukung Ahok ajak tetangga juga," beber dia.
"Pendukung Ahok lebih banyak diam, Yaudah tolak tolak lah enggak suka nggak suka lah yang penting kan di TPS nanti," imbuhnya.
Sebelumnya, pasca penetapan pasangan calon oleh KPU DKI serta aksi demo 4 November lalu, elektabiltas pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merosot. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA mencatat, elektabilitas pasangan petahana itu turun 6,8 persen.
"Elektabilitas pasangan ini (Ahok-Djarot) cenderung terus menurun. Dalam sebulan elektabilitas Ahok turun 6,8 persen. Maret 2016 elektabilitas Ahok-Djarot 59,3 persen, Juli 49,1 persen, Oktober 31,4 persen dan November 24,6 persen," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di Kantor LSI, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016).
Survei dilakukan LSI dengan pengumpulan data mulai 31 Oktober hingga 5 November 2016 dengan jumlah responden 440 responden di wilayah DKI. Survei menggunakan metode multistage random sampling serta margin of error kurang lebih 4,8 persen. Survei dilakukan dengan biaya sendiri.
Agus-Sylviana berada di peringkat dua dengan 20,9 persen, sedangkan Anies-Sandiaga elektabilitasnya tercatat 20 persen. Sementara angka swing voters atau belum menentukan pilihan yakni 34,5 persen dan naik 6,3 persen jika dibanding pada Oktober 2016 yakni 28,2 persen.
(wsn/imk)
Dinamika Pilgub DKI
Survei LSI Sebut Elektabilitas Ahok Turun, Nasdem Waspada
Kamis, 10 Nov 2016 18:57 WIB
STATIC BANNER
300x250
300x250
