Dalam rilis dari KJRI Kota Kinabalu, Senin (7/11/2016), kegiatan penerbitan surat kelahiran tersebut dinamakan 'Warung Konsuler' yang diadakan di Perkebunan Sawit di daerah Sandakan, Sabah, pada 4-5 November 2016.
Foto: Dok. KJRI Kinabalu |
Konjen RI Kota Kinabalu Akhmad DH Irfan mengatakan, masih banyak WNI yang menikah dan memiliki anak di Sabah namun belum memiliki dokumen kelahiran di Sabah. Mereka umumnya tidak mampu keluar dari ladang karena masalah biaya dan juga risiko di perjalanan karena membawa anak yang belum berdokumen.
Karena hal tersebut, KJRI Kota Kinabalu berusaha membantu dengan melakukan salah satunya program Warung Konsuler di wilayah konsentrasi tempat WNI bermukim. WNI yang bermukim di Sabah mencapai ratusan ribu dan umumnya mereka menyebar merata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. KJRI Kinabalu |
Sementara itu, salah satu WNI yang ikut mendaftarkan surat kelahiran anak, Maslina, mengaku senang atas program tersebut. 16 Tahun memiliki anak, baru saat ini surat kelahiran akan diterbitkan.
"Saya sangat senang dan sangat terbantu karena KJRI telah datang ke tempat kami bekerja untuk membuatkan surat tanda kelahiran bagi keenam anak saya," ujar Maslina sambil tersenyum lebar setelah selesai melakukan proses surat tanda kelahiran. Surat tersebut nantinya akan berguna salah satunya untuk mendaftar sekolah anak-anaknya. (nwy/erd)












































Foto: Dok. KJRI Kinabalu
Foto: Dok. KJRI Kinabalu