"Pertemuan berdasarkan inisiasi kita bersama membahas people smuggling, terorisme dan narkotika," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/11/2016).
Menurut Boy, pertemuan itu juga untuk meningkatkan kerja sama kedua negara dalam bentuk keamanan kawasan. Terutama terkait para imigran ilegal yang hendak masuk Australia melalui Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu harus dibicarakan, meminimalisir people smuggling dan menangani asylum seeker," tambahnya.
Boy menjelaskan, pergerakan manusia tanpa dokumen keimigrasian yang lengkap itu terjadi karena ada yang sukses mencapai Negeri Kangguru. Sehingga, Australia masih berharap Indonesia membantu untuk hal tersebut.
"Mereka sudah punya referensi, beberapa pendahulunya telah berhasil jadi warga negara Australia. Itu jadi inspirasi mereka. Nah, Australia berharap Indonesia membantu," ucap Boy.
Selain pergerakan manusia, Boy menyatakan, Kapolri dan petinggi AFP juga akan membahas radikalisme kawasan. Sementara dari pihak Australia, Indonesia akan meminta optimalisasi program latihan bersama.
"Sekarang ini tantangannya radikalisme kawasan. Dari Australia biasanya program latihan bersama dalam hal capacity building dan cyber crime," kata Boy.
Tidak diketahui waktu pertemuan tertutup ini. Namun pertemuan ini dilakukan sehari sebelum pembukaan Sidang Umum Interpol ke-85 di Bali dan akan berlangsung satu pekan ini. (vid/jor)











































