"Kan sudah masing-masing, polisi dan tentara sudah siap-siap. Anda baca bahwa Brimob dari luar Jakarta juga sudah didatangkan," ujar JK di kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).
"TNI juga siap-siap. Hanya untuk berjaga-jaga. Tidak akan offensive, hanya berjaga," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak khawatir tapi lebih baik mempersiapkan diri. Kalau yang terburuk dari pada ini, tidak. Tapi saya yakin insya Allah," ucapnya.
JK juga membantah status keamanan di Jakarta telah ditingkatkan dan masuk kategori Siaga I.
"Enggak, enggak ada. Siapa bilang siaga 1? Enggak lah. Kalau siaga 1 tentara itu berpakaian tempur. enggak kan," ucapnya.
Banyak pihak merasa khawatir timbulnya konflik pada demonstrasi 4 November 2016 mendatang, Namun JK, menilai demonstrasi itu bukanlah suatu ancaman.
"Kalau saya sendiri tidak merasa ada ancaman. Cuma, karena jumlah bisa banyak kita harus hati-hati menanganinya. Itu saja," ujar JK.
"Tidak mengatakan khawatir, tidak mengatakan katakanlah anak sekolah harus tutup sekolah, tidak. Bukan begitu," sambungnya.
Namun meski tidak menimbulkan ancaman, pemerintah tetap bersiaga untuk menjaga keamanan seluruh warga.
JK tidak menginginkan efek demonstrasi tersebut akan menyebabkan efek pada perekonomian dalam negeri.
"Tapi yang namanya pemerintah harus siap-siap mendengarkan, menghadapi. Jangan sampai ekonomi kita orang takut, jangan nanti ada apa-apa. Kita tidak mau terulang peristiwa sebelumnya. Itu kita lebih siap dari pada sebelumnya," terangnya. (fiq/rvk)











































