Kasus Korupsi e-KTP, Eks Menkeu Agus Martowardojo Kembali Dipanggil KPK

Kasus Korupsi e-KTP, Eks Menkeu Agus Martowardojo Kembali Dipanggil KPK

Dhani Irawan - detikNews
Selasa, 25 Okt 2016 10:21 WIB
Kasus Korupsi e-KTP, Eks Menkeu Agus Martowardojo Kembali Dipanggil KPK
Gedung baru KPK/ Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Dermawan Wintarto Martowardojo kembali dipanggil penyidik KPK. Agus sempat tidak hadir dan hari ini kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP.

"Saksi atas nama Agus Dermawan Wintarto Martowardojo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IR (Irman)," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, Selasa (25/10/2016).

Namun Agus belum terlihat hadir. Sebelumnya pada Selasa, 18 Oktober lalu, Agus juga dipanggil tetapi urung hadir karena surat pemanggilan tidak sampai di tangan yang bersangkutan sehingga dijadwalkan ulang pada hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, penyidik KPK juga memanggil sekretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) Drajat Wisnu Setyawan. Dia terlihat telah hadir dan duduk di ruang tunggu lobi KPK sambil membawa map.

Kemudian ada beberapa nama saksi lainnya yaitu Chairul Dwi Sapta (staf Kemendagri), Nur Efendi (Kabag Fasilitas Pelayanan Publik PT Sucofindo), Agus Eko Priadi (karyawan Perum Percetakan Negara RI), Husni Fahmi (staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT), dan terakhir tersangka Sugiharto.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 2 orang tersangka yaitu eks Dirjen Dukcapil, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil, Sugiharto. Saat proyek itu, Irman juga menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran, sementara Sugiharto sebagai pejabat pembuat komitmen.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo pernah menyampaikan perhitungan kerugian keuangan negara dalam proyek itu mencapai Rp 2 triliun. Perhitungan itu berdasarkan perhitungan BPKP dari total nilai anggaran proyek sebesar Rp 6 triliun. (dhn/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads