Agus yang datang sekitar pukul 10.30 WIB membuat warga di perkampungan tersebut heboh. Bahkan mobil Agus tidak bisa masuk sampai ke lokasi tempat acara karena banyaknya warga yang menyambut Agus. Sampai-sampai putra sulung SBY tersebut harus berjalan kaki menuju lokasi. Begitu Agus turun dari mobilnya, warga pun berebut untuk foto dan bersalaman dengan Agus.
"Kami mohon maaf pertama dari sisi tempat, yang punya 'kumis' kumuh dan miskin," kata tokoh masyarakat setempat, Holil saat menyambut Agus di Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (21/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Bisma Alief/detikcomAgus Yudhoyono di Rawa Bebek |
Saat memberi sambutan di depan ratusan warga, Agus mengatakan tidak ada istilah 'kumis'. Agus berpendapat pembangunan tidak hanya menyasar wilayah tapi juga manusia.
"Padat penduduk bukan berarti kumuh, tapi harus kita perbaiki. Mereka harus punya tempat baik untuk pendidikan dan kesehatan. Membangun itu penting tapi paling penting manusianya," ujar Agus di depan warga.
Foto: Bisma Alief/detikcomAgus Yudhoyono di Rawa Bebek |
Agus berjanji tidak akan melakukan penggusuran secara asal-asalan bila menjadi gubernur. Dirinya mengaku diingatkan oleh salah satu warga bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu mendengarkan aspirasi dan keluhan warganya.
"Tadi ada ibu mengingatkan saya tidak ingin ada yang di atas kalau tidak ada yang di bawah. Tugas pemimpin itu mendengar aspirasi dan keluhan warga. Tugas pemimpin adalah mempersatukan warga," janji Agus kepada warga.
"Saya merasa terharu, pancaran mata bapak ibu yang ingin ada perubahan. Mudah-mudahan saya jadi alternatif pemimpin Jakarta untuk bisa membawa perubahan. Ke Jakarta baik, adil, aman dan sejahtera," tutupnya.
Foto: Bisma Alief/detikcomAgus Yudhoyono di Rawa Bebek |
(bis/imk)











































Foto: Bisma Alief/detikcom
Foto: Bisma Alief/detikcom
Foto: Bisma Alief/detikcom