Denny JA mengamati hasil survei SMRC yang dirilis kemarin Kamis (20/10/2016). Ia pun melihat ada keanehan yang tak lazin terlihat di sebuah survei.
"Keanehan pertama Survei SMRC (Saiful Mujani), jumlahnya total semuanya lebih dari 100 persen," kata Denny JA saat dikonfirmasi, Jumat (21/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kalau dari sisi angka tertinggi itu 100 persen, tidak ada yang lebih tinggi dari 100 persen. Mungkin ada yang namanya round up karena terlalu banyak angka di belakang koma yang kemudian disederhanakan menjadi lima desimal, dua desimal, atau satu desimal. Memang itu bisa dikerjakan secara mesin otomatis tapi tetap harus ada kontrol yang jeli bahwa total semuanya harus 100%. Saya melihat ada kurang kejeliannya," kata Denny JA.
Denny JA sendiri tak mau bicara lebih soal keanehan survei itu. "Sesama bus kota kan dilarang saling mendahului," candanya.
Sebenarnya dari pihak SMRC juga sudah memberi alasan soal total yang melebihi 100 persen itu. Hal itu disampaikan Direktur SMRC, Sirojudin Abbas, saat keanehan ini ditangkap oleh wartawan.
"Itu karena pembulatan saja," ujar Sirojudin memberikan penjelasan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).
(van/imk)











































