Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyebut meski gembong teroris seperti Santoso telah tewas tidak berarti ancaman terorisme hilang di negeri ini.
"Pagi tadi itu saya lihatnya memang harus diakui ancaman terorisme ada nyata. Meskipun Santoso dilumpuhkan bukan berarti hilang. Polanya kan begitu ada yg dilumpuhkan lalu muncul sel-sel baru," kata Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini tantangan Pansus dalam pembahasan bahwa kita harus miliki rezim perundangan pemberantasan terorisme yang lengkap. Tapi di sisi lain enggak buka ruang untuk pelanggaran HAM yang lebih luas lagi," ungkap Arsul.
Baca Juga: Penyerangan Brutal di Tangerang: Stiker ISIS, Tusuk 5 Polisi dan Lempar 'Bom'
Sebelumnya, Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul pelaku yang menyerang Kapolsek Tangerang dan 4 anggotanya diduga bagian dari ISIS.
"Pelaku diduga ISIS," ujar Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul, ketika dikonfirmasi, Kamis (20/10/2016).
Informasi yang diperoleh detikcom, pelaku membawa sejumlah atribut yang berkaitan dengan ISIS. Insiden penyerangan berawal ketika Effendi dan keempat anggota sedang bersiap melakukan pengamanan demo buruh di depan Pol Lalu Lintas Yupentek, Jl Perintis Kemerdekaan, Tangerang pukul 07.30 WIB. Tiba-tiba pelaku datang ke lokasi dan menyerang kelimanya.
Pelaku kemudian dilumpuhkan dengan ditembak tiga kali di bagian paha dan kakinya. Saat ini pelaku diamankan polisi. Sejumlah barang bukti dari pelaku, salah satunya stiker diamankan polisi.
(wsn/imk)











































