Ahok: Rusun Jatinegara Desainnya Memang Tidak Sempurna

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 19 Okt 2016 15:50 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Warga di rumah susun (rusun) Jatinegara Barat mengeluhkan bangunan rumahnya yang tidak layak huni. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui desain rusun Jatinegara tidak sempurna susunan antar ruangnya.

"Makanya saya bilang, rusun Jatinegara itu desainnya memang tidak sempurna karena waktu itu yang bangun PU," jelas Ahok di Gedung Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Ahok kemudian membandingkan bangunan di rusun Jatinegara dengan bangunan rusun yang baru dibuat Pemprov DKI di Daan Mogot dan Rawa Bebek. Menurut dia bangunan di kawasan itu sudah memenuhi standar hunian layak.

"Nah kamu harus liat desain terbaru, kita bangun di Daan Mogot termasuk Rawa Bebek. Itu yang standar yang baru. Ukuran pun 36, dia juga green building, listrik segala macam, gas, termasuk pembuangan air limbah kita atur," bebernya.

Pihak Pemprov DKI pun mengkaji warga bersama keluarganya yang tinggal di satu blok yang sama. Sistem pengundian pun dilakukan oleh satu orang yang berlaku mewakili beberapa anggota keluarga atau bersama tetangganya.

"Jadi secara bertahap makanya saya katakan rusun yang baru yang berhak tinggal itu dari penghuni rusun yang lama, boleh secara keluarga 5 atau 10 orang memilih satu lantai yang sama. Jadi dia tetanggaan teman, saudaranya sendiri," jelas dia.

Hal itu rencananya baru akan diberlakukan di Rusun Daan Mogot dan Rawa Bebek. Sistem ini dinilai memudahkan warga untuk berinteraksi dengan tetangga dan kerabatnya.

"Jadi sistem baru undi kita bukan masing-masing. Kita sekarang tinggal di blok ini, begitu diundi beda-beda blok, begitu mau pinjam beras, minta minyak goreng susah lho. Kalau sama tetangga kan enak, minjem cabe, garam, langsung tok tok sebelah. Kalau langsung pindahin orang baru kan masih jaim. Terus titip anak gimana kalau saudara kan enak, mau pergi titip. Makanya kita sering ubah polanya," beber dia.

Ahok pun menjelaskan bangunan rusun Daan Mogot yang baru diperuntukkan bagi warga lama yang ingin pindah. Sistem undian satu blok itupun diberlakukan.

"Dan yang Daan Mogot yang baru bangun semua pake lift, siapa yang tinggal di situ? Penghuni Daan Mogot yang lama, jadi dia kaya beli cluster aja, mau kamu satu keluarga satu lantai, tapi yang undi satu orang kan. Mau lantai berapa kamu pindah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan warga Rusunawa Jatinegara Barat mengeluhkan bangunan hunian mereka tidak layak huni mulai dari bocor dan tata letak ruangan yang tidak nyaman. Padahal alasan relokasi dari Bantaran Kali Ciliwung, Kampung Pulo Jakarta Timur tinggal di rusunawa agar mereka terbebas dari banjir.

"Tidak nyaman. Ini pilihan buruk dari yang terburuk harus dipilih, karena rumah habis. Kalau tidak diambil saya mau tinggal di mana," kata Denli, Selasa (18/10/2016).

Hal senada juga diungkapkan oleh Fauzi penghuni lantai 16 di unit yang sama. Dia juga mengeluhkan ketidaknyamanannya tinggal di Rusunawa Jatinegara Barat.

"Kalau saya bilang ini sih tempat layak tidak huni yang dipaksakan untuk layak tinggal. Karena ketika awal datang ke sini, ini juga masih dalam pengerjaan akhir," kata Fauzi.

(ams/jor)