"Tiga kali kan enggak apa-apa. Beberapa kali juga enggak apa-apa. Menetapkan tersangka kan harus ada dua alat bukti," kata Kepala Kejati Jatim, Maruli Hutagalung, kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).
Pemeriksaan yang dilakukan secara berturut-turut itu agaknya di luar kebiasaan. Namun Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim Dandeni Herdiana mengatakan bahwa itu memang kemauan Dahlan.
"Komitmen itu kami masukkan ke BAP (berita acara pemeriksaan)," kata Dandeni.
Menurut Dandeni, Dahlan sangat kooperatif dan berkomitmen agar penanganan kasus itu cepat selesai. Hal itulah yang melatarbelakangi pemeriksaan Dahlan yang dilakukan secara maraton.
Dalam pemeriksaan hari ini, kesehatan Dahlan sempat menurun. Dokter kejaksaan sudah memeriksanya dan menyebut kondisi Dahlan drop.
"Ada kesepakatan antara penyidik dan bersangkutan. Dan yang bersangkutan punya penyakit. (Pemeriksaan) dilanjutkan besok," ucap Dandeni (iwd/dhn)











































