Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana menyebut sikap Nusron adalah bagian dari indahnya berdemokrasi.
"Ini kan perbedaan pendapat. Saling menghargai saja. Pak Nusron juga punya hak untuk berpendapat, dan masyarakat harus dewasa melihatnya. Saya kira banyak juga umat Islam yang berpendapat sama seperti Pak Nusron, walaupun dengan gaya yang lebih halus," kata Dadang dalam perbincangan, Selasa (18/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang menilai, Nusron adalah figur yang mampu menempatkan agama dengan politik dalam tempat yang tepat. Indonesia, kata Dadang, membicarakan agama di hadapan publik harus betul-betul hati-hati.
"Tapi kita kan Indonesia, semua pemeluk agama yang diwakili para pendiri bangsa sepakat mendirikan negara ini berlandaskan Pancasila, bukan berdasarkan agama. Jadi semua pandangan yang berhubungan dengan publik (Pilpres, Pileg, Pilkada dan urusan negara lainnya) itu harus dilihat dari perspektif UUD dan UU bukan pandangan subyektif agama tertentu atau kelompok tertentu," ungkapnya.
Baca Juga: Kader Muda Golkar: Nusron Membabi Buta Bela Ahok, Padahal Bukan Timses
Sebelumnya, Nusron menjabarkan satu per satu serangan tajam kepada dirinya. Dimulai dari tuduhan munafik dan melindungi kafir.
"Saya dituduh menistakan dan menghina ulama, melindungi kafir dan bagian dari orang munafik," papar Korbid Pemenangan Pemilu Golkar itu.
Nusron tak peduli dengan tudingan-tudingan itu. "Rapopo! Hidup mati yag ngatur Gusti Allah. Benar salah yang menentukan Tuhan, bukan manusia. Mau dikatakan munafik mau kafir, saya katakan yang saya yakini benar," katanya.
(wsn/imk)











































