Mensos: Penerima Bansos Keluarga Harapan Bertambah 2,5 Juta Orang

Mensos: Penerima Bansos Keluarga Harapan Bertambah 2,5 Juta Orang

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 17 Okt 2016 02:07 WIB
Mensos: Penerima Bansos Keluarga Harapan Bertambah 2,5 Juta Orang
Mensos Khofifah Indar Parawansa di Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Pemerintah menambah jumlah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi 2,5 juta orang pada bulan depan. Dengan penambahan tersebut, jumlah masyarakat yang menerima PKH menjadi 6 juta orang.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, saat ini para penerima PKH mendapatkan bantuan dalam bentuk uang tunai setelah dicairkan melalui kantor POS. Mulai November mendatang, pemerintah sudah mulai melakukan pencairan nontunai.

"Kita punya target penerima PKH nontunai untuk tahun 2016 ini yaitu 1 juta penerima manfaat," kata Khofifah usai menghadiri kegiatan "Penyerahan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Kompensasi Eks Tim-tim di Luar Provinsi NTT dan Bantuan Kendaraan Siaga Bencana" di Anjong Mon Mata Komplek Pendopo Gubernur Aceh, Minggu (16/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengalihkan dari pencairan tunai ke nontunai, Mensos menggelar sosialisasi ke beberapa provinsi di Indonesia. Selain itu, beberapa kartu yang sudah dibagikan oleh pemerintah seperti kartu PKH, Kartu Indonesia Sehat dan kartu lainnya akan disatukan.

"Kita sudah tanya ke masyarakat mereka lebih suka banyak kartu atau satu kartu banyak fungsi. Dan semua jawabnya satu kartu banyak fungsi. Nanti kartu baru ini juga bisa dijadikan sebagai ATM," jelas Khofifah.

Program PKH, ditegaskan Khofifah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. "Dengan bertambahnya jumlah 2,5 juta bukan berarti kemiskinan bertambah tapi pemerintah melakukan perluasan cakupan penerima manfaat PKH," sebut dia.

Pada Minggu (16/10), proses pencairan PKH tahap ketiga digelar di Aceh. Masyarakat Kota Banda Aceh menerima uang tunai dengan jumlah sesuai yang sudah ada didata. Prosesnya berlangsung di Anjong Mon Mata dan sempat disaksikan oleh Mensos.

(fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads