Setara Institute: MUI Jangan Berpolitik Kekuasaan

Dyan Wahyu Nugroho - detikNews
Minggu, 16 Okt 2016 18:14 WIB
Foto: Dian Wahyu Nugroho
Jakarta - Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengingatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak terlibat politik kekuasaan. Ada apa gerangan?

"Seharusnya MUI tugasnya memberi petunjuk kepada umatnya, dalam konteks Ahok, MUI harusnya bersifat netral, dan memberikan guide tafsir surat Al Maidah Ayat 51, bukan malah memanaskan suasana. Bagaimanapun Indonesia itu negara Pancasila, bukan negara agama," kata Bonar dalam diskusi bertajuk 'Posisi MUI dalam Hukum Islam dan Hukum Indonesia' di Iceberg Cafe, Jl. Cikini Raya No 70, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/10/2016).

Bonar menuturkan MUI boleh berpolitik, tapi tidak yang beraroma kekuasaan. Hal ini disampaikan Bonar terkait pernyataan sikap MUI yang meminta aparat tegas menindak kasus dugaan penistaan agama.

"Yang kita lihat disini MUI seperti ikut berpolitik dalam kekuasan, karena sebelumnya ketuanya Ma'ruf Amin sudah memberi maaf, namun beberapa jam kemudian MUI malah membuat pernyataan mengenai menghukum Ahok karena pernyataannya mengenai Surat Al Maidah Ayat 51," kata Bonar.

Baca juga: Sikap MUI untuk Ahok: Menghina Alquran Hingga Minta Aparat Tegas

"Politik yang boleh dilakukan MUI itu harusnya politik yang menjaga negara dan bangsa, jangan potitk dalam konsep rebutan kekuasan, ini yang harus dikontrol," tegas Bonar. (van/nwk)