Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan visi misi yang sudah diserahkan kepada KPU memang sudah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat. Visi misi itu tidak perlu direvisi.
"Saya kira kalau mereka mau memperbaiki dokumen, ini sudah lengkap. Bahwa mereka mau kembangkan kalau visi misi relatif tak mengalami perubahan, mungkin programnya nggak masalah, jabarkan selama masa kampanye. Tapi di KPU dokumen adminstrasi sudah selesai," ucap Sumarno kepada detikcom, Jumat (14/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Verifikasi dokumen perbaikan sudah dinyatakan lengkap," terang Sumarno.
Menurut Sumarno, meskipun pasangan calon akan merevisi visi misi atau menjabarkan lebih detai program, secara substansi tentu tidak berbeda dengan dokumen visi misi yang sudah diserahkan ke KPU DKI.
Seluruh dokumen visi misi itu dipublikasikan oleh KPU melalui Sistem Informasi Tahapan Pilkada (SITaP) 2017. Masyarakat bisa mempelajari visi misi dan program 3 pasangan calon.
Dari data visi misi itu, diketahui secara umum tiga bakal kandidat Pilgub DKI ini menyusun visi misinya dengan sistematika yang berbeda. Ahok-Djarot menyusunnya dengan visi, 5 poin misi, dan 11 program kerja yang seluruhnya diurai dalam 22 halaman.
Agus-Sylviana menyusun rencana untuk DKI 5 tahun ke depan dalam 5 bab, yaitu: Jakarta Masa Kini, Jakarta Masa Depan, Strategi, Arah, Kebijakan dan Prinsip Dasar Pembangunan, Program Aksi dan Imperatif dan Kunci Sukses. Seluruhnya 40 halaman.
Sementara Anies-Sandiaga mengurai rencananya untuk DKI dalam visi, misi (5 ruang lingkup), dan 4 program prioritas. Kesemuanya dituliskan sangat ringkas dibandingkan kandidat lain, yaitu hanya dalam 3 halaman (termasuk cover).
Baca juga: Ini Solusi Macet Jakarta dari Ahok, Anies dan Agus, Siapa Lebih Baik?
Sebelumnya, bakal cagub Anies Baswedan menyebut visi misi dan program prioritas yang diserahkan ke KPU belum secara detail menjabarkan programnya untuk DKI 5 tahun ke depan. Anies khawatir jika sudah dibuka semuanya, maka bisa ditengok lebih dulu oleh kandidat lain.
"Jangan seakan-akan kita sudah calon, sebagian rencana itu ada tahapannya. Kalau semua sudah selesai sekarang, publik tak akan ingat satu-satu. Kita ingin bertahap," ucap Anies kepada detikcom, Kamis (13/10/2016).
(miq/imk)











































