Dana UAN Turun, Dinas Pendidikan DIY Lega
Jumat, 01 Apr 2005 17:53 WIB
Yogyakarta - Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merasa lega, setelah Pemda DIY menyanggupi akan menalangi biaya untuk penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) 2005.Dari total keseluruhan anggaran yang diajukan Dinas pendidikan DIY sebesar Rp 6,5 miliar, DPRD menyetujui sebesar Rp 5,7 miliar. Meski sampai saat ini dana APBD Provisi DIY tahun 2005 belum selesai diputuskan oleh DPRD."Ini patut kita syukuri dan melegakan. Pemprov DIY tidak mau berspekulasi menunggu turunnya anggaran Unas dari APBN," kata Kepala Dinas Pendidikan DIY Sugito kepada wartawan di kantor Jl Cendana Yogyakarta, Jumat (1/4/2005).Sugito mengatakan karena bulan Mei mendatang UN sudah harus dilaksanakan sehingga pemprov dan DPRD sepakat akan menalangi lebih dulu. Dinas Pendidikan maupun pemprov juga sudah memperkirakan bila anggaran dari APBN untuk Unas 2005 akan terlambat turun. Sebab masih harus menunggu terbentuknya Badan Standarisasi Pendidikan Nasional dan Lembaga Mandiri Pendidikan.Ia mengatakan dana sebesar Rp 6,5 miliar yang diajukan itu sebagian besar untuk bantuan dana penyelenggaraan ujian akhir sekolah (UAS) di seluruh DIY. Sedangkan dana untuk penyelenggaraan Unas biayanya lebih kecil dibanding biaya UAS."Sebab UAS diselenggarakan masing-masing sekolah yang meliputi seluruh mata pelajaran. Sedangkan UN hanya tiga maa pelajaran saja," katanya.Materi Unas untuk SMP meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan untuk SMA materi yang diujikan dalam Unas sesuai jurusan. Untuk materi ujian Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia sama. "Hanya untuk jurusan IPA ditambah Matematika, jurusan IPS ditambah Ekonomi, dan jurusan Bahasa ditambah bahasa asing," ungkap dia.Menurut dia, masing-masing Dinas Pendidikan seluruh DIY saat ini mulai mempersiapkan pelaksanaan Unas 2005, untuk SMP dan SMA. Unas SMP/MTs jadwal pelaksanaannya tidak berubah, mulai tanggal 9 - 11 Mei 2005. Sedangkan, Unas SMA akan dilaksanakan pada akhir bulan Mei."Rencana awal memang pada tanggal 9 - 11 Mei, tapi kemudian diundur berdasarkan keputusan Depdiknas pusat. Sedangkan ujian akhir sekolah termasuk ujian susulan akan dilaksanakan sebelum Unas," katanya.Sugito menambahkan siswa SMP/MTs yang akan mengikuti Unas sekitar 49 ribu. sedangkan SMA/SMk yang ikut Unas sekitar 40 ribu siswa. Sedangkan untuk siswa SD tidak ada Unas, tapi ujian sekolah yang akan diikuti sebanyak 48 ribu siswa se DIY.Sementara itu secara terpisah anggota Komisi E DPRD DIY Afnan Hadikusumo ketika dihubung deikcom mengatakan dewan menyetujui dana itu segera dicairkan agar masalah pendidikan tidak terbengkelai. Dana APBD itu yang akan dicairkan secara bertahap itu akan digunakan untuk membantu biaya pencetakan soal-soal ujian dan mendukung pelaksanaan ujian."Ini lebih penting dan tak bisa diundur lagi. Jangan sampai nasib pendidikan jadi terabaikan hanya karena dana APBN untuk Unas mundur," katanya.
(nrl/)











































