Suciwati: Kalau Serius, Pemerintah Harusnya Telusuri ke Mana Dokumen TPF

ADVERTISEMENT

Suciwati: Kalau Serius, Pemerintah Harusnya Telusuri ke Mana Dokumen TPF

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 12 Okt 2016 08:47 WIB
Suciwati berjaket biru menghadiri sidang KIP. Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengaku tak memiliki dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus meninggalnya aktivis HAM Munir. Istri almarhum Munir, Suciwati kemudian bertanya-tanya atas keterangan Kemensetneg tersebut.

"Masa dokumen sepenting itu dibilang tidak ada? Kalau serius, seharusnya telusuri dong ke mana dokumen itu," kata Suciwati saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/10/2016).

Suciwati sendiri yakin dokumen itu sudah diserahkan oleh TPF kepada pemerintah di Istana pada tahun 2005. Saat itu Sudi Silalahi yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet menyatakan akan membagikan dokumen ke kementerian/lembaga terkait.

"Kalau sekarang dibilang tidak ada, tanya saja ke pemerintahan sebelumnya, orangnya masih hidup kok. Kan aneh, masa SBY (Presiden RI periode 2004-2014) bawa pulang ke Cikeas?" imbuh Suciwati.

Suciwati berasumsi ada yang ditutup-tutupi sehingga dokumen tahun 2005 tak kunjung dibuka. Dia tetap akan meminta pemerintah untuk mengumumkan dokumen TPF.

"Saya sebagai masyarakat awam hanya berpikir, hal yang sederhana tidak usah dibuat rumit," ungkap Suciwati.

Sebelumnya Yusril Ihza Mahendra yang kala itu menjabat sebagai Mensesneg juga mengaku tak menerima dokumen tersebut. Yusril menyebut bisa saja dokumen itu masih dipegang oleh Presiden SBY yang menjabat kala itu.

"Sama seperti Pak Sudi, saya juga tidak menerima. Tidak ada dokumen itu yang masuk ke Setneg," ujar Yusril dalam perbincangan, Selasa (11/10).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT