Muda dan Menginspirasi

Kata Samuel Putra Soal Rahasia Kuliah di Oxford, Kampus Nomor 1 Dunia

Nograhany Widhi K - detikNews
Selasa, 11 Okt 2016 12:50 WIB
Foto: Samuel Putra

Belum cukup, Samuel kadang-kadang juga mengikuti kompetisi sains. Sebagai anak muda, Samuel juga tak ketinggalan membuat Vlog alias video blog bersama pasangannya yang juga berkuliah di Inggris.

"Jadi sebenarnya ya kita ngelakuin itu untuk memotivasi anak-anak Indonesia biar mereka melihat, di sana (Inggris) bagaimana sih, standar kehidupan di sana itu gimana. Di sana seperti apa. Kedua, kita sering dapat pertanyaan yang mau kuliah ke Inggris, daripada jawabin satu-satu, kan orang tinggal nonton, nggak perlu ngulang-ngulang (jawabnya)," tuturnya.



Vlogging dilakukan tergantung waktu luang yang dimilikinya. Dia bersama pasangannya berusaha melakukan up date vlog sepekan sekali.

"Semoga banyak yang bisa termotivasi untuk mau bermimpi. Banyak adik-adik di Indonesia yang apa-apa ya sudah kalah sebelum bertanding, pesimis, ngerasa nggak mampu, takut kalah bersaing. Saya sering dapat pertanyaan, 'Kak di sana sering dipandang sebelah mata nggak sih?' Nah, pikiran mereka udah dipandang sebelah mata duluan seperti itu," cerita pemuda kelahiran Jakarta, 23 November 1994.

Dirinya ingin menunjukkan bahwa orang Indonesia, negara yang selama ini dianggap sebagai negara berkembang dan kurang banyak yang tahu, bisa berkompetisi di Inggris.

"Ada lho orang Indonesia yang bisa berprestasi seperti ini dan orang Indonesia di sana itu rata-rata pinter-pinter lho. Nggak kalah, bahkan lebih dengan orang-orang di sana," demikian dia memberikan motivasi.

Saat pulang ke Indonesia pun, Samuel terkadang diminta memberikan motivasi di SMP-SMA. Dia melihat gejala umum pada anak-anak Indonesia yang mimpi berkuliah di luar negeri, yaitu mental block yang besar.

"Saya dengar cerita dari guru-guru mereka, anak-anaknya pintar-pintar, level intelektual sudah tinggi, tinggal bantuan dana dan mental terutama. Yang ada di mindset kebanyakan adik-adik itu, mereka menaruh diri mereka lebih rendah dibanding orang sana (orang luar negeri), mereka memandang orang sana lebih tinggi. Mindset mereka menaruh diri lebih rendah dibanding orang sana. Padahal banyak yang level akademisnya mampu, bahkan lebih tinggi daripada mereka," ujar alumni SMA MH Thamrin ini.

(Baca juga: Lulus Summa Cumlaude di Oxford, Samuel Putra Riset Soal Energi Terbarukan)

"Mindsetnya diubah dulu, kebanyakan problemnya mental block. Kalau berbahasa (Inggris) itu bisa dilatih. Mereka (orang Inggris) tak menuntut kita bisa bahasa Inggris, mereka ngerti, kan Inggris kita buka penutur asli, bukan native mother tongue, mereka nggak ngetawain juga kok, yang penting percaya diri. Belajar bahasa Inggris kan bisa dengan nonton TV, dengar lagu, nonton film, baca artikel online, harusnya nggak jadi masalah," pesannya.

Bahkan, di Oxford, ada kelas untuk melatih mahasiswa asing mendengar aksen British.

"Ketika di sana pasti ada kesulitan, karena beberapa bulan di sana saya nggak ngerti mereka ngomong apa, padahal Inggris saya nggak jelek-jelek amat.
Di Oxford mereka punya kelas British accent, bukan ngelatih kita ngomong, tapi untuk kita ngerti percakapan itu ada kelasnya. Mereka ngerti kok kesulitan international student," jelas dia.

Ditanya mengenai masa-masa culture shock atau gegar budaya saat awal-awal berkuliah di sana, Samuel mengakui sempat ada masa-masa itu. Namun, akhirnya dia menemukan bagaimana cara untuk beradaptasi.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4