Grobogan Diterjang Banjir, Akses ke Salatiga Terputus

Grobogan Diterjang Banjir, Akses ke Salatiga Terputus

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 10 Okt 2016 17:04 WIB
Grobogan Diterjang Banjir, Akses ke Salatiga Terputus
Foto: Banjir di Grobogan (Angling/detikcom)
Grobogan - Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan dan menggenangi ribuan rumah warga. Selain itu jalan raya penghubung Grobogan - Salatiga juga terganggu karena genangan air.

Banjir terjadi sejak Senin (10/10/2016) dini hari tadi akibat tanggul Sungai Tuntang jebol di tiga titik. Setidaknya sekitar 2.000 rumah dan ratusan hektare sawah di tujuh desa di empat kecamatan tergenang air setinggi 50 sentimeter sampai 2 meter. Bahkan tiga rumah hanyut terbawa arus.

Dari data yang diperoleh, 450 rumah tergenang dan 3 rumah hanyut di Kecamatan Gubug. Di Desa Ngroto sebanyak 350 rumah tergenang. Di Desa Papanrejo 300 rumah dan Desa Rowosari 300 rumah. Di Kecamatan Godong, 350 rumah tergenang tepatnya di Desa Tinanding. Sementara di Kecamatan Tegowanu 300 rumah di Desa Tanggirejo dan Sukorejo juga mengalami hal yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggul Sungai Tuntang di Desa Ngroto, Papanrejo, dan Kemiri dini hari tadi sekitar pukul 01.30 WIB tidak sanggup menahan volume air yang menerjang akibat hujan deras di hulu pegunungan Kendeng Selatan, Salatiga, dan Kabupaten Semarang. Akibatnya tanggul jebol sekitar 20 meter.

Tim SAR langsung mengerahkan bala bantuan termasuk tiga perahu karet untuk mengevakuasi warga. Dapur umum juga langsung disiapkan di lima titik.

"Siang hari kami membuka dapur umum di Kecamatan Gubug tiga titik dan Kecamatan Tegowanu dua titik," kata Kepala BPBD Grobogan, Agus Sulaksono.
Angling/detikcomAngling/detikcom

Banjir tersebut juga sempat memutus jalur antara Gubug, Grobogan-Juwangi, Boyolali di Desa Kemiri dan Gubug-Salatiga di Desa Kuwaron terputus karena tergenang air antara 50 sentimeter sampai 1 meter.

Petugas sempat melakukan pengalihan arus agar pengguna jalan memutar arah melalui daerah Tanggung. Namun kebanyakan lebih memilih menerjang banjir agar jarak tidak terlalu jauh.

"Kalau putar balik jaraknya 12 kilometer. Kita nekat saja," kata salah satu pemotor, Wahyu.

Saat ini air yang menggenangi rumah warga mulai surut, tapi ada pula yang justru melebar ke desa-desa lainnya. Camat Tegowanu, Khasan Anwar mengatakan genangan di Desa Tanggirejo mulai surut tapi melebar ke Desa Mangunsari.

"Di Desa Tanggirejo mulai surut tapi mengalir ke Mangunsari," ucapnya.

Tidak ada korban jiwa akibat banjir di Kabupaten Grobogan. Namun saat ini warga tetap waspada karena mendung masih menyelimuti. Khasan menambahkan, banyak barang warga yang tidak terselamatkan karena air datang cepat dan tidak terduga. (alg/nwy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads