"Masalah laundry telah selesai. Arahan Pak Menteri untuk menyampaikan tolong jangan follow up, pekerjaan kami banyak. Sampaikan perkara laundry selesai," ujar Mualimin dalam konferensi pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2016).
Mualimin mengatakan dua hari terakhir dirinya menjadi seolah-olah berbuat kriminal. Padahal dirinya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) memiliki hal yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu Mualimin meminta maaf apabila dalam perkataanya tidak berkenan. Khususnya kepada media yang meminta konfirmasi namun tidak direspon.
"Sekali lagi atas nama pribadi perkenankan permohonan maaf saya kalau selama ini dianggap tidak berkenan. Melalui media saya minta maaf sama mas Budi dan keluarga," tutur Mualimin.
Wujud perselisihan itu telah usai diakui Mualimin dengan komunikasi intesif dengan pemilik laundry.
"Bahkan hari kamis, saya dibawakan lontong sayur oleh kakaknya. Dibilangnya lontong paling enak di belakang, jadi pada dasarnya sudah tidak ada apa-apa," pungkasnya. (edo/asp)











































