Acara yang digelar selama dua hari hingga Selasa (11/10/2016). Acara simposium yang dihadiri sekitar 46 perwakilan negara dari lima benua dan United Nations on Drug and Crime (UNODC). Acara ini merupakan kelanjutan yang diadakan tahun lalu di Cape Town, Afrika Selatan.
Presiden Jokowi didampingi Ny Iriana Jokowi. Hadir pula dalam acara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Menteri Puan Maharani, Luhut Binsar Pandjaitan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laut menjadi beranda bukan dipunggungi sehingga harus bersih dari kejahatan," katanya.
Susi mengatakan ada banyak Kapal-kapal eks asing illegal yang beroperasi di Indonesia. Hal ini bukan saja kejahatan perikanan saja tapi juga kejahatan manusia, human trafficking, drug, arm smuggling hingga perdagangan satwa ilegal.
"Indonesia mendukung kejahatan perikanan sebagai kejahatan lintas negara, karena ada banyak ABK dari berbagai negara," katanya.
Susi menambahkan dalam pertemuan itu diharapkan ada pengakuan dari UNODC bila kejahatan perikanan itu harus diperangi bersama.
Dalam acara Presiden Jokowi menyampaikan pidato sekaligus membuka simposium internasional tersebut.
Setelah itu Jokowi akan menghadiri acara peninjauan pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Piyungan, Bantul. Dari Bantul kunjungan dilanjutkan ke Semanu, Gunungkidul dan Kecamatan Godean Sleman untuk peninjauan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). (bgs/trw)











































