Hal itu disampaikan Agus saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Jalan Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2016). Putera sulung Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu buka-bukaan tentang keputusannya maju di detik-detik terakhir sebelum penutupan pendaftaran Pilgub DKI selesai.
"Sama, saya juga kaget, awalnya (berpikir) 'masa sih?'" ungkap Agus sambil memeragakan memegang telepon, mengacu pada saat dirinya ditelepon oleh SBY.
Agus menuturkan dia mendengar tawaran dari empat partai politik pengusungnya dari panggilan telepon orangtuanya, SBY dan Ibu Ani. Saat itu dia masih berada di Darwin, Australia.
Hampir sama dengan beberapa kesempatan sebelumnya, mantan Danyon 203/Arya Kemuning di bawah jajaran Kodam Jaya itu mengisahkan awal mula keputusannya keluar dari TNI untuk maju pilkada. Setelah salat istikharah, Agus memutuskan untuk pulang ke Cikeas untuk bertemu langsung para pimpinan parpol yang menawarkan dia untuk maju di Pilgub DKI. Juga sekaligus untuk bertemu dengan kedua orangtuanya dan sang istri, Annisa Pohan.
Agus Harmurti saat berkunjung di kantor detikcom |
"Saya telepon bapak lagi. I have to return ke Jakarta. Karena beda suasana kebatinannya. Saya harus melihat langsung 4 pimpinan partai politik, melihat langsung mata mereka. Akhirnya pimpinan (Pangdam Jaya) memberi kesempatan untuk saya kembali," tuturnya.
Agus tiba di Jakarta pada 23 September 2016 dini hari dan langsung menuju Cikeas. Saat itu empat pimpinan parpol masih mengadakan rapat.
"Ternyata media sudah penuh sekali. Saya sampai berpikir ini pilgub atau pilpres. Karena saya ingat betul waktu bapak pilpres seperti itu. Saya makin berkecamuk, mixed feeling. Saya langsung masuk ke kamar berdua sama istri saya, Annisa hanya tanya dua hal," sebut Agus.
Yang ditanyakan istri kepadanya adalah apakah Agus siap menanggalkan karier yang telah ia bangun hampir separuh usianya untuk dunia politik yang masih belum jelas hasilnya. Kedua adalah, apakah sang suami akan tetap bisa menyisihkan waktu untuk keluarga, terutama anaknya, jika memutuskan masuk ke dunia politik. Jika Agus bisa menjawab dan yakin, Annisa disebut menyatakan akan mendukungnya.
"Saya bilang, kekuatan dan ketegaran saya tergantung juga ketegaran dan kekuatan kamu untuk mendukung saya. Lalu saya bertanya bapak. Sama, beliau menanyakan apakah sudah yakin. Lalu saya bertemu pimpinan 4 parpol, di situ saya mendengar langsung. Mereka menyampaikan dan saya juga menyampaikan beberapa hal. Baru setelah itu saya memustukan. Antara pukul 02.00 pagi," beber Agus.
Meski mengaku masih berat melepas seragamnya, mantan perwira berpangkat Mayor itu mengaku kini sudah mantap. Ia pun akan berusaha sekuat tenaga bertarung di Pilgub DKI bersama pasangan cawagubnya, Sylviana Murni.
Kehadiran Agus di pesta demokrasi DKI memang sempat mengagetkan dan tak disangka-sangka. Meski begitu, elektabilitasnya pun dapat segera menyusul dua pasangan lainnya, Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Beberapa survei terakhir, elektabilitas Agus ada di kisaran angka 19 persen.
"Saya bersyukur karena yang dilihat adalah posisi bukan saat ini. Bukan starting pointnya, karena berbeda. Ada yang 5 tahun, ada yang 1 atau 2 tahun. Ada yang sudah 2 tahun manggung, saya baru tanggal 23 September," kata dia.
Agus Harimurti: Saya Senang Menjadi Kuda Hitam di Pilgub DKI |
Saya merasa ini sesuatu awal yang baru. Dari awal cuma sekitar 0,19 persen. Maka saya tidak heran ketika saya disepelekan. (Anggapan) 'Siapalah Agus? Nggak ada yang tahu'. Tapi saya cukup bersyukur dan gembira dengan hasil itu," imbuh Agus.
Hasil survei tersebut pun lantas dijadikannya sebagai pemompa semangat. Agus berjanji akan bersama-sama Sylvi bekerja untuk meningkatkan elektabilitas demi mengejar ketertinggalan dari dua pasangan lainnya.
"Bukan hanya mengenalkan profil saya, tapi juga mengenalkan gagasan-gagasan saya. Dan Ibu Sylvi tentunya. Saya cukup optimis tapi bukan berarti terus merasa puas, justru harus bekerja keras," ujarnya.
Agus pun disebut-sebut bisa menjadi kuda hitam, atau pihak lemah yang dapat mengalahkan pihak yang kuat. Ia mengaku senang mendapatkan julukan itu.
"Kita ini underdog, kuda hitam orang mengatakan. Saya senang mendapat predikat seperti itu. Karena menurut saya dengan memposisikan diri kita dengan mentalitas seperti itu, kita akan berupaya meningkatkan itu. Dengan cara baik-baik tentunya. Daripada kita merasa kita sudah oke, saya lebih senang merasa kita masih di bawah dan kita masih akan bekerja terus," aku Agus.
"Kebetulan shio saya kuda juga, jadi pas juga," tambahnya berkelakar.
Agus diajak berfoto |
Kedatangan Agus bersama sejumlah tim pemenangannya ke redaksi detikcom dalam rangka untuk memperkenalkan diri lebih jauh ke media. Ia mendapat sambutan cukup meriah, terutama dari karyawan detikcom perempuan. Agus memang dikenal sebagai prajurit tampan dan berprestasi. Banyak kaum hawa yang mengidolakannya.
Dari hasil survei, popularitas Agus berada di nomor dua setelah petahana Basuki T Purnama (Ahok). Ia mengalahkan Anies Baswedan maupun Sandiaga Uno yang juga dianggap cukup tampan.
Agus menyapa karyawan dan juga redaksi detikcom. Tak sedikit yang mengajaknya untuk berfoto atau selfie bareng. Ia dengan ramah meladeni.
Banyak yang minta selfie dengan Agus |
Meski kini ia sudah menjadi masyarakat sipil biasa, kejelian Agus masih terlihat jelas. Ia melihat sejumlah plakat kenang-kenangan dari institusi TNI yang diberikan kepada detikcom. "Itu ada (dari) Kostrad, Paspampres juga itu ya," tukasnya sambil menunjuk plakat yang dimaksud.
Walau begitu, suasana obrolan Agus di dapur detikcom bisa berjalan lancar. Ia mampu mencairkan suasana dan terlihat kerap melempar candaan sekaligus tetap mampu menjawab berbagai pertanyaan degan komprehensif.
Agus Harimurti: Saya Senang Menjadi Kuda Hitam di Pilgub DKI |
Sejumlah timses yang menemaninya seperti Sekjen PAN Eddy Soeparmo, Wasekjen PD Didi Irawadi Syamsuddin. Juga sejumlah jubir di timses seperti Imelda Sari dan Rico Rustombo serta General Affairs di tim pemenangan Agus-Sylvi, Putu Supadma Rudana.
Halaman 2 dari 2












































Agus Harmurti saat berkunjung di kantor detikcom
Agus Harimurti: Saya Senang Menjadi Kuda Hitam di Pilgub DKI
Agus diajak berfoto
Banyak yang minta selfie dengan Agus
Agus Harimurti: Saya Senang Menjadi Kuda Hitam di Pilgub DKI