Pengakuan Dimas Kanjeng dan Misteri Hilangnya 'Sultan' Penyimpan Mahar

Pengakuan Dimas Kanjeng dan Misteri Hilangnya 'Sultan' Penyimpan Mahar

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 09:50 WIB
Pengakuan Dimas Kanjeng dan Misteri Hilangnya Sultan Penyimpan Mahar
Foto: Rois Jajeli/detikcom
Jakarta - Dimas Kanjeng Taat Abadi menyebut uang yang digalang dari pengikutnya mencapai Rp 1 triliun. Emas batangan yang dibagikannya pun asli. Harta karun itu disimpan oleh 'sultan' Dodi Wahyudi yang kini menghilang bagai ditelan bumi.

Pengakuan tersebut disampaikan Dimas Kanjeng di hadapan rombongan Komisi III DPR pada Sabtu 1 Oktober 2016. Dimas Kanjeng menegaskan uang dan emas batangan yang dibagikan kepada para pengikutnya dijamin keasliannya.

Tidak hanya itu Dimas Kanjeng yang telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan ini juga mengaku bisa mendatangkan uang dengan ilmu yang dimilikinya. Kesaktiannya itu sekarang 'mandul' karena jin ifrit kabur setelah ditembakkan gas air mata oleh polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentang penyimpanan 'gunungan' uang dan emas milik pengikutnya, menurut Dimas Kanjeng, mahar-mahar itu disimpan oleh orang kepercayaannya di Pasuruan bernama Dodi Wahyudi. Pria yang menjadi koordinator pengumpul mahar yang mendadak hilang. Polisi kini masih mencari jejak Dodi.

Berikut 4 kisahnya:

Mahar Fantastis Rp 1 Triliun

Foto: Zainal Effendi/ detikcom
Dimas Kanjeng (46) tak banyak bercerita saat menemui rombongan Komisi III DPR. Dia mengatakan total uang yang sudah dikumpulkan dari pengikut berjumlah Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

"Pembicaraannya (Dimas Kanjeng) tidak jelas. Saat ditanya Komisi III DPR, (dana) yang sudah dikumpulkan antara Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu (2/10/2016).

Penyidik akan akan meneliti pengakuan Dimas Kanjeng tentang dana ratusan miliar sampai triliunan dari korban. "Penyidik akan meneliti pelan-pelan ke semua lini, dan akan kita gali informasinya," tandasnya.

Emas Batangan Asli

Foto: Istimewa
Setelah mengecek ke toko emas, para mantan pengikut menyebut emas yang dibagikan Dimas Kanjeng palsu. Fakta itu dibantah mentah-mentah oleh Dimas Kanjeng.

"Siapa bilang emas batangan palsu? Nggak palsu, asli," kata Dimas Kanjeng usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (30/9/2016).

Salah satu korban yang menyebut uang maupun emas dari Dimas Kanjeng palsu adalah pengusaha asal Makassar, Najmur. Dia telah mengecek keasliannya. Uang yang digandakan hanya segepok kertas HVS. Demikian pula emas yang ternyata cuma imitasi.

Namun, tersangka kasus pembunuhan Abdul Gani-mantan pengikutnya serta tersangka kasus penipuan dan penggelapan ini bersikukuh bahwa semua barang yang diberikan ke pengikutnya adalah asli.

"Ndak ada palsu. Asli," tandas Dimas Kanjeng.

Ilmu Mendatangkan Uang dan Jin

Foto: Istimewa/Youtube
Dimas Kanjeng mengaku memiliki kesaktian bisa mendatangkan uang gaib sejak 2006.

"Sejak Tahun 2006 saya bisa (mendatangkan uang)," kata Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat diperiksa di Ditreskrimus Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (28/9/2016).

Dimas Kanjeng mengatakan, dirinya bisa mendatangkan uang secara gaib. "Ya insya Allah begitu. Dengan ilmu lah," cetusnya.

Kesaktian itu pudar setelah dia digerebek polisi. "Nggak bisa Pak, saya pusing. Jin Ifrit saya juga lari," ujarnya menirukan jawaban Kanjeng saat diminta polisi menunjukkan kesaktiannya mendatangkan uang.

Kenapa lari? "Terkena (tembakan) gas air mata," ujarnya.

Mendengar jawaban Kanjeng seperti itu, penyidik yang berada dalam satu ruangan tertawa.

'Sultan' Penyimpan Mahar yang Kaya Mendadak

Foto: Istimewa
Dimas Kanjeng mengaku mahar para pengikutnya disimpan oleh orang kepercayaannya, Dodi Wahyudi. Pria yang disebut 'sultan' ini mendadak menghilang.

"Soal kebenaran uang yang dibawa, masih kami telusuri kebenarannya. Namun menurut informasi yang kami dapatkan, Dodi kaya mendadak sejak jadi santri Dimas Kanjeng," kata Kapolres Pasuruan AKBP M Aldian, Senin (3/10/2016).

Menurut dia, polisi dua kali mendatangi kediaman Dodi. Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat. "Kami sudah ke rumahnya tapi tak bisa menemui. Sekarang saya dan anggota mau ke sana lagi," kata Aldian.
Halaman 2 dari 5
(aan/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini