DetikNews
Kamis 29 September 2016, 08:56 WIB

Bangga Bisa Angkat Fashion Indonesia di Amerika

Eddi Santosa - detikNews
Bangga Bisa Angkat Fashion Indonesia di Amerika Foto: 5 perancang busana Indonesia terpilih untuk tampil di Los Angeles Fashion Week (dok KJRI LA)
Los Angeles - Sebanyak 5 perancang busana Indonesia terpilih untuk tampil di Los Angeles Fashion Week. Mereka bisa tembus ajang bergengsi itu setelah lolos seleksi oleh para kurator.

Kelima perancang busana itu adalah Oscar Lawalata, Ivan Gunawan, Rinda Salmun, Purana Indonesia, Jajaka, dan Laison by Aurelias.

"Kami merasa sangat bangga dapat memperkenalkan 5 perancang busana Indonesia kepada kalangan pelaku industri fashion di Pantai Barat Amerika Serikat," ujar Ny. Nila Umar Hadi kepada detikcom Den Haag, Rabu (28/9/2016) waktu setempat.

Ajang Los Angeles Fashion Week ini akan berlangsung di Los Angeles mulai hari ini 28/9 sampai 2/10/2016. Selisih waktu di Los Angeles dibanding Jakarta berbeda sehari lebih dulu waktu di Jakarta.

Foto: Ivan Gunawan di Los Angeles Fashion Week (dok KJRI LA)Foto: Ivan Gunawan di Los Angeles Fashion Week (dok KJRI LA)

Isteri Konsul Jenderal RI di Los Angeles itu menambahkan bahwa partisipasi kelima perancang busana Indonesia tersebut atas prakarsa dan kerjasama antara KJRI Los Angeles dengan LSM Indonesian Women Alliance (IWA).

"Mereka merupakan 5 dari 18 perancang busana yang dipilih dan ditampilkan oleh para kurator Los Angeles Fashion Week tahun ini sebagai anak-anak muda berbakat dari Indonesia," imbuh Nila.

Kelima perancang busana Indonesia itu dinilai oleh Los Angeles Fashion Week dapat mewakili kekayaan dan kehebatan dunia fashion Indonesia yang berkembang sangat pesat.

"Karya-karya mereka dianggap otentik dan sangat modern, dengan modal kekayaan tradisi dan kebudayaan Indonesia yang begitu tinggi dan beragam," cetus Nila.

Nila sendiri juga akan menjadi tuan rumah resepsi khusus di Los Angeles Fashion Week untuk memberi kesempatan kepada para perancang Indonesia berhubungan langsung dengan butik dan rumah mode di Los Angeles dan Pantai Barat Amerika nanti pada Kamis (29/9/2016).

"Diharapkan dari kontak-kontak langsung tersebut karya-karya para perancang Indonesia dapat memasuki segmen pasar kelas menengah ke atas Amerika Serikat," pungkas Nila.

Los Angeles Fashion Week merupakan ajang efektif untuk mengangkat citra pakaian jadi dari Indonesia. Tahun 2015 lalu dari total impor pakaian jadi Amerika Serikat senilai US$ 48 miliar, Indonesia menduduki peringkat ke-4 dengan pangsa pasar 6,1% setelah China, Vietnam dan Bangladesh.

Ini menunjukkan bahwa potensi untuk terus meningkatkan ekspor pakaian jadi Indonesia ke Amerika Serikat masih cukup besar, terutama untuk segmen pasar kelas menengah ke atas.

Los Angeles Fashion Week merupakan metamorfose dari Press Week pada awal 1970-an. Bekerjasama dengan para desainer, kegiatan bersifat independen ini selanjutnya mulai mengundang wartawan mode untuk menyaksikan koleksi-koleksi dari California Selatan.

Sejak akhir 1990-an, nama Los Angeles Fashion Week mulai diluncurkan dan dikoordinir oleh suatu konsorsium terdiri dari para desainer fashion, wartawan mode, dan marketer (pemasar) di Los Angeles. Fashion Week digelar dua kali setahun dan para peserta diseleksi oleh sebuah tim kurator.


(es/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed