GP Ansor Sowan ke Menko Wiranto Bahas Radikalisme

GP Ansor Sowan ke Menko Wiranto Bahas Radikalisme

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 27 Sep 2016 13:46 WIB
GP Ansor Sowan ke Menko Wiranto Bahas Radikalisme
Foto: GP Ansor di Kantor Kemenko Polhukam/ Edo
Jakarta - Gerakan Pemuda (GP) Ansor melakukan pertemuan tertutup dengan Menko Polhukam Wiranto di kantornya Gambir, Jakarta Pusat. Pertemuan itu membahas permasalahan radikalisme terorisme hingga pengusutan HAM masa lalu di Indonesia.

"Tadi kami hanya diskusi tentang ancaman radikalisme dan terorisme. Kita sama-sama tahu kondisi ancaman radikalisme dan terorisme di Indonesia. Pak Menko bilang memang ada kesulitan di dalam mengambil tindakan yang cepat karena belum ada revisi UU Terorisme," ujar Sekjen GP Ansor, Adung A. Rochmad di kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016).

Adung jelaskan UU Terorisme yang berlaku saat ini memiliki celah kelemahan dalam penanganan pelaku teror. Hal itu menjadi tantangan sulit bagi anggota polri untuk bekerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang enggak bisa ditangkap kalau sebelum kejadian. Itu yang menjadi tantangan di situ," imbuhnya.

Selain membahas soal radikalisme dan teroris lanjut Adung, GP Ansor juga sampaikan dukungan untuk penyelesaian masalah JAM di Indonesia. Tak terkecuali penuntasan persoalan HAM masa lalu.

"Pak Menko katakan Itu sudah jadi komitmen. Itu akan diselesaikan supaya tidak menjadi beban di generasi mendatang," paparnya.

Adung mengatakan terakhir dalam pertemuan tertutup itu, GP Ansor juga minta Menko Polhukam untuk keluarkan kebijakan tegas terhadap kelompok masyarakat. Khususnya terhadap kelompok yang ingin menggantikan landasan dasar negara pancasila.

"Bisa mengambil tindakan tegas pada kelompok-kelompok yang nyata-nyata ingin mengganti dasar negara kita pancasila dengan dasar negara lain. Apakah khilafah islamiah atau apa. Kita akan berikan support dengan banser-banser di belakang pemerintah untuk tetap berkomitmen menegakkan pancasila dan NKRI," paparnya.

Di akhir pertemuan, Adung juga mengajak Menko Polhukam Wiranto untuk hadir sebagai pembicara dalam acaranya di Batam tanggal 22-28 November 2016. Kegiatan tersebut dalam rangka pelatihan kepemipinan banser.

"Ya soal kebangsaan dengan tema-tema seperti itu, karena kita ingin dapat masukan dari menteri-menteri dan tokoh terkait yang bisa berikan pembekalan pada pimpinan banser-banser se-Indonesia," pungkasnya. (ed/rvk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads