"Jadi yang jatuh adalah tabung bahan bakarnya (Roket Falcon 9)," kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin melalui pesan singkat kepada detikcom, Selasa (27/9/2016).
"Roket itu dengan bahan bakar cair," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Thomas, tabung bahan bakar tersebut diperkirakan menggunakan material komposit serat karbon. Namun untuk kepastian material yang digunakan, harus diteliti lebih lanjut.
"Tabung bahan bakar tampaknya menggunakan komposit serat karbon. Mungkin pula jenis komposit yang lebih kuat," ujar Thomas.
Baca Juga: Polisi Amankan 3 Benda yang Diduga Pecahan Roket, 5 Titik di Laut Dilokalisir
Polisi dari Mapolres Sumenep yang mengecek langsung tabung berukuran panjang 1,5 meter dan berdiameter 60 centimeter sempat mencoba untuk membakar bungkus tabung berwarna hitam tersebut. Namun ternyata pembungkus tabung tersebut tidak bisa dibakar.
"Tadi saya uji secara langsung, (pembungkus) tak bisa dibakar. Tahan api," kata Kapolres Sumenep AKBP Josep Ananta Pinora kepada detikcom.
Roket Falcon 9 yang pecahannya diduga jatuh di Sumenep adalah milik Amerika Serikat. Roket tersebut diperkirakan melintasi langit Madura sekitar pukul 09.21 WIB pada ketinggian 129 KM. (imk/imk)










































