Polisi Cegah Pentas Dangdut Berdarah di Bulukumba Agar Tak Jadi Konflik Sosial

Polisi Cegah Pentas Dangdut Berdarah di Bulukumba Agar Tak Jadi Konflik Sosial

Idham Kholid - detikNews
Senin, 26 Sep 2016 09:42 WIB
Polisi Cegah Pentas Dangdut Berdarah di Bulukumba Agar Tak Jadi Konflik Sosial
Foto: Ilustrasi/detikcom
Jakarta - Tiga orang tewas dan dua orang lainnnya terluka akibat keributan di pentas dangdut di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Agar keributan tidak meluas, polisi mengimbau pihak keluarga menyerahkan penanganan ke proses hukum.

"Kita antisipasi supaya ini tidak melebar jadi konflik horizontal, jadi kita sudah lakukan upaya antisipasi untuk meredam agar tidak bergejolak, dengan mendatangi keluarga-keluarga korban," Kapolres Bulukumba AKBP Kurniawan Affandi saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/9/2016).

Peristiwa nahas ini terjadi saat ada pentas dangdut di Tanete Balang Riri Kecamatan Bulukumpa, Bulukumba, Sabtu (24/9/2016) sekitar pukul 21.00 Wita. Pelaku yang dalam kondisi mabuk tak terima disenggol hingga akhirnya menikam empat orang di atas pentas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Pentas Dangdut Berdarah di Bulukumba Sulsel, 3 Orang Tewas dan 2 Terluka

Polisi menyesalkan masih adanya warga yang membawa senjata tajam saat datang hajatan. Padahal, operasi cipta kondisi sering dilakukan termasuk imbauan untuk tidak membawa badik dan senjata lainnya.

"Tapi yang namanya karakter kebiasaan masyarakat, (kita) belum bisa yakin begitu saja kalau mereka tidak bawa badik," ujarnya.

Polisi masih mendalami kasus ini. Dua orang korban luka yang di rawat di RSUD Bulukumba belum dapat diinterogasi karena rencana akan dirujuk ke Makassar. (idh/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini