Agus Harimurti Seperti Calon dari Langit, Bisakah Menang Pilgub DKI?

Agus Harimurti Seperti Calon dari Langit, Bisakah Menang Pilgub DKI?

Erwin Dariyanto - detikNews
Minggu, 25 Sep 2016 17:41 WIB
Agus Harimurti Seperti Calon dari Langit, Bisakah Menang Pilgub DKI?
Foto: Ilustrator Zaki Alfarabi
Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengibaratkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur yang
muncul dari 'langit'. Dia diajukan sebagai calon gubernur DKI Jakarta oleh Koalisi Cikeas pada Jumat (23/9/2016) atau
beberapa jam sebelum pendaftaran Cagub-Cawagub ditutup.

Qodari menyebut ada dua faktor sehingga Agus Harimurti yang kariernya cemerlang di TNI diajukan sebagai Cagub DKI. (Baca
juga: Indo Barometer: Ada Dua Faktor Agus Harimurti Diusung di Pilgub DKI).

Menurut Qodari, Koalisi Cikeas yang terdiri dari Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN sadar bahwa elektabilitas Agus
Harimurti saat ini masih kalah dengan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot. Elektabilitas Agus yang dipasangkan
dengan Sylviana Murni juga belum bisa menandingi duet Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Saya kira mereka (Koalisi Cikeas) sadar kalau bicara elektabilitas Agus saat ini pasti mereka kalah," kata Qodari saat
berbincang dengan detikcom, Minggu (25/9/2016).

Nama Agus Harimurti selama ini belum dikenal sebagai seorang politisi. Maklum putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono itu memang belum dikenalkan secara luas kepada masyarakat.

Namun, kata Qodari, di dalam pemilihan langsung rendahnya tingkat popularitas alias belum dikenal publik menjadi kelemahan
sekaligus kekuatan Agus Harimurti. "Di dalam pimilihan langsung, belum dikenal itu bisa sebagai kelemahahan sekaligus
kekuatan. Karena Agus belum dikenal ada kesempatan (mengenalkan). Jika strateginya tepat begitu kenal (rakyat) langsung
cinta," kata dia.

Menurut Qodari, di Indonesia pernah terjadi beberapa calon kepala daerah 'dari langit' alias yang muncul tiba-tiba bisa
menang Pilkada. Dari 10 kasus Pilkada yang ada pasangan nama baru, 1 di antaranya menang.

Dua contohnya adalah pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf yang menang Pilkada Jawa Barat 2013 dan duet Joko Widodo
(Jokowi)-Ahok 2012. Pilgub DKI, kata Qodari, menjadi tantangan bagi Ketum Demokrat SBY.

"SBY dan Agus tak boleh terlena. Dari 10 kasus Pilkada dengan nama calon baru, 8 sampai 9-nya kalah dan 1 menang. Nah
tantangannya bisa nggak SBY dan Agus menjadi 1 yang menang dari 10 kejadian itu," kata Qodari.

Agus yang berpasangan dengan Sylviana Murni sebagai calon wakil gubernur ini diusung oleh Koalisi Cikeas. Koalisi ini
terdiri dari Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN.

Di DPRD DKI Jakarta Partai Demokrat memiliki 10 kursi, PPP 10 kursi, PKB 6 kursi dan PAN 2 kursi. Total kursi pendukung
Agus-Sylvi di DPRD yaitu 28 kursi.

Adapun perolehan suara keempat partai itu pada Pemilu 2014 lalu adalah Partai Demokrat 360.929 suara, PPP 452.224 suara,
PKB 260.159 suara, dan PAN 172.784 suara. Total jumlah suara keempat parpol, yaitu 1.246.096 suara. (erd/fjp)


Berita Terkait