Salah satu asetnya adalah dua unit rumah di komplek elite The Royal Residence, Pulo Gebang, Jakarta Timur. Rumah pertamanya berada di Jalan Royal Boulevard Blok D3 No 8 dengan atap kanopi dari kayu. Sedangkan rumah keduanya, ada di Blok A3 No 16. Masing-masing rumah mempunyai garasi yang bisa memuat 3 unit mobil dengan luas tanah 220 meter persegi.
![]() |
Rumah tersebut memiliki cat warna putih dengan pilar besar menopang lantai dua. Selain itu rumah tersebut juga memiliki saung di halaman depannya. Tak sembarang orang bisa masuk ke kawasan perumahan elite dengan sistem one gate security. Selain penghuni perumahan, identitas tamu yang akan masuk ke dalam perumahan dengan arsitektur klasik beriklim tropis tersebut akan diperiksa satpam.
Lalu berapakah harga satu unit rumah tersebut? Berdasarkan situs rumahdijual.com yang dikutip detikcom, Minggu (25/9/2016), seorang warga setempat berani menjual harga rumahnya Rp 3 miliar per unit. Rumah tersebut satu tipe dengan rumah yang ditempati Rohadi. Alhasil, dua rumah Rohadi sesuai harga pasaran sebesar Rp 6 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga setempat melihat garasi Rohadi tidak cukup muat menampung mobil panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) itu. Alhasil, beberapa mobilnya terpaksa diparkir di jalan depan rumahnya.
"Menurut Pak Rohadi itu masih kredit statusnya, baik rumah maupun kendaraan," sambung Hendra.
![]() |
25 Tahun lalu, Rohadi hanyalah sipir penjara yang tinggal di rumah petak di ujung gang Rawa Bebek, Bekasi. Kini hidup berubah menjadi konglomerat saat menjadi PNS di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).
Tapi sepandai-pandainya Rohadi menutupi kekayaanya, akhirnya KPK mengendus juga. Ia awalnya dibekuk KPK karena menerima Rp 250 juta untuk mengkondisikan putusan Saipul Jamil. Dari penangkapan itu, kasus berkembang.
"Sumpah, baru pertama kali," kata Rohadi membela diri bahwa dirinya baru pertama kali menerima suap. (asp/Hbb)













































