"Pas sore itu angin kenceng, saya berhenti sebentar di tukang jamu dari arah Depok, abis narik ojek. Abis itu ada halilintar, terus angin kenceng. Trus tiba-tiba jembatannya kebalik ke bawah," tutur Suherman kepada wartawan di Pasar Minggu, Sabtu (24/9/2016) malam ini.
Suherman menuturkan banyak yang berteriak ketika pagar jembatan beserta reklame besar ambruk. Warga menunjuk-nunjuk ke arah jembatan yang ambruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Takut hal buruk lainnya terjadi, Suherman tancap gas pulang ke rumahnya. Lalu dia menonton berita soal jembatan roboh itu di televisi. Kemudian kembali ke lokasi.
"Saya ke sini lagi, mau narik ojek," ujarnya. (tor/tor)










































