Kisah Jemaah Wafat di Jeddah dan Birokrasi Pemakaman yang Rumit

Laporan dari Arab Saudi

Kisah Jemaah Wafat di Jeddah dan Birokrasi Pemakaman yang Rumit

Rachmadin Ismail - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2016 15:22 WIB
Kisah Jemaah Wafat di Jeddah dan Birokrasi Pemakaman yang Rumit
Foto: Rachmadin Ismail/detikcom
Makkah - Jemaah haji asal Indonesia Armi binti Markidi asal embarkasi Medan kloter 008 wafat di Jeddah lima hari lalu. Namun karena dokumen-dokumennya berada di Makkah, proses pemakamannya pun tertunda.

Armi wafat pada 18 September 2016 lalu saat sedang pelesir dari Makkah ke Jeddah. Dia diajak oleh KBIH AL Hilal, tempatnya bernaung selama proses haji. Padahal, tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah mengimbau agar para jemaah tidak meninggalkan Makkah karena dokumennya berada di pihak maktab.

Setelah wafat, jenazah Armi dibawa ke RS swasta Amir Fawwaz di Jeddah. Namun proses pemakamannya tidak bisa langsung dilakukan karena pihak RS tak mau mengeluarkan jenazah sebelum ada keterangan terkait kematian jemaah dari pihak berwenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Almarhumah Armi binti Markidi asal kloter MES 08 baru bisa dimakamkan kemarin pagi (23/09/2016) setelah wafat 18 September akibat penolakan pihak RS yang tidak dapat memberikan keterangan apapun terkait jemaah," terang Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyati Bashori, Sabtu (24/09/2016).

"Ini penting karena menambah deret 'dosa' KBIH yang dengan bebas mengajak jemaah jalan-jalan tanpa mau bertanggungjawab jika ada masalah seperti ini," ujar Dumyati.

Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. Eka Jusup Signka mengakui, cukup rumit mengurus administrasi kasus Armi. Staf Kemenkes, ujarnya, harus dua kali menuju RS Amir Fawwaz di Jeddah. Mereka membuat kronologi kematian serta riwayat wafat jemaah haji.

"Diperlukan juga surat dari kantor urusan haji (KUH) Arab Saudi kepada pihak kepolisian karena jenazah berada di RS swasta. Untuk dikirim ke RS pemerintah jika ada surat dari KUH disertai surat keterangan kematian dari dokter kloter," ujar dr. Eka.

Imbauan untuk tidak meninggalkan Makkah sudah sering disampaikan oleh PPIH Arab Saudi. Alasannya, jemaah yang keluar Makkah tidak dibekali oleh dokumen perjalanan seperti paspor dan lainnya. Ini akan menyulitkan jemaah sendiri bila ada masalah. (mad/aan)


Berita Terkait