"Di Jakarta kita tidak boleh mematok. Saya yang mengajak Mas Anies untuk bergabung. Saya diskusi sama Mas Anies, saya bilang kok nggak pantes dari menteri ke cawagub," ujar Sandiaga di sela-sela pertemuan dengan relawan di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2016).
Sandiaga menyebut duet dirinya dengan Anies dengan sebutan Dwitunggal. Sandiaga menjelaskan dirinya kuat pada infrastruktur, kestabilan harga pokok, sedangkan Anies dinilai hebat dalam mencerdaskan bangsa.
"Mas Anies sekarang bagian dari kita. Dan Mas Anies berjuang bersama kita. Kita sudah sepakat dari awal, kita tuntaskan apapun hasilnya," terangnya.
"Insya Allah satu putaran," selorohnya.
Usulan penunjukkan Anies sebagai calon gubernur juga telah mendapatkan restu dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, meski pada awalnya Prabowo tidak menyangka permintaan Sandiaga Uno itu. Pada Pilpres 2014 lalu, Anies dan Sandiaga berada di kubu yang berbeda dan hal itu dianggap Sandiaga adalah bagian dari demokrasi yang modern.
"Alhamdullilah kita bisa bersanding sekarang. Merasa Mas Anies merupakan kunci sebuah terobosan baru, sebab pemikiran baru dalam mencerdaskan bangsa. Tidak ada kata tidak untuk memajukan Jakarta," jelasnya. (tfq/tor)











































