"Demokratis dan pasar terbuka, (...) itulah mengapa kita percaya bahwa dalam demokrasi kita harus saling bicara," kata Obama di Markas PBB, 46th street & 1st avenue, New York, Amerika Serikat, Selasa (20/9/2016).
Menurutnya sistem demokrasi telah membuat banyak negara berhasil entaskan kemiskinan. AS, kata Obama, juga memperjuangkan hak asasi manusia dalam demokrasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Presiden AS Barack Obama berpidato di Sidang Umum PBB (Bagus Prihantoro/detikcom) |
"Saya percaya bahwa Amerika adalah negara superpower, ini adalah konsekuensi dari memperjuangkan hak asasi manusia. Tapi kami tak bisa lakukan ini sendirian, kita harus bersama-sama membangun dunia ini," imbuh Obama.
Dia juga banggakan selama pemerintahannya telah melakukan berbagai hal. Salah satunya membangun sekolah di Afganistan.
Menurut dia negara-negara yang menutup diri tak akan bertahan. Dia juga mengajak semua bangsa untuk menghargai perbedaan, bahwa identitas tak harus dipaksakan.
"Kita semua adalah stakeholder, bersama kita harus buka hati kita," ungkap Obama.
Obama berpidato selama 47 menit dan membuat seluruh delegasi terpaku. Gaya bicaranya yang penuh optimisme membuat hampir tak ada yang meninggalkan ruangan sidang.
Setelah Obama selesai bicara, para delegasi satu per satu meninggalkan ruangan. Ruang Sidang yang semula penuh sesak, kemudian menjadi sepi.
(bag/hri)











































Foto: Presiden AS Barack Obama berpidato di Sidang Umum PBB (Bagus Prihantoro/detikcom)