Kontrak itu diteken usai pengumuman keduanya sebagai cagub-cawagub PDIP di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Seasa (20/9/2016). Ahok berdiri berdampingan dengan Djarot meneken beberapa lembar naskah didampingi perwakilan DPP dan PDP PDIP.
Kontrak politik itu semacam visi PDIP yang harus dijalankan Ahok-Djarot sebagai gubernur dan wakil gubernur ke depan, yaitu soal membangun DKI Jakarta yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kontrak politik, pada lembar berikutnya ada Dasa Setya Partai berisi 10 butir janji kesetiaan dan pemikiran kebangsaan PDIP, di antaranya menegakkan NKRI, Pancasila, UUD dan menjaga kebhinekaan bangsa Indonesia, memperkokoh kegotongan rakyat dalam memecahkan masalah.
Lalu menyediakan pangan yang sehat dan layak bagi rakyat, membebaskan biaya pengobatan dan pendidikan, memberikan pelayanan umum yang cepat dan mudah, melestarikan sumber daya hidup dan alam, menerpakan tata ruang secara konsisten, mereformasi birokrasi yang bebas dari korupsi dan lainnya. (miq/van)











































