Korban Gempa di Gunung Sitoli Tolak Dirawat di Daerah Lain
Rabu, 30 Mar 2005 14:52 WIB
Nias - Sebuah posko kesehatan darurat kini didirikan di Lapangan Bola Pelita Gunung Sitoli, Nias. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan karena banyak korban luka-luka akibat gempa bumi yang menolak dirawat di luar Gunung Sitoli.Penolakan para korban luka untuk dirawat di luar Gunung Sitoli ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara H. Tengku Rizal Nurdin kepada wartawan di Lapangan Bola Pelita, Jalan Pelita, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Rabu (30/3/2005).Padahal melihat banyak kondisinya banyak korban yang seharusnya dirawat setidaknya di Rumah Sakit Umum Ferdinand Lumban Tobing di Kota Sibolga. "Sebetulnya dari sisi transportasi kita punya banyak helikopter untuk membawa mereka ke Sibolga atau Medan. Tapi mereka banyak yang tidak mau," kata Nurdin sambil pesawat helikopter yang terbang ke Sibolga dalam keadaan kosong.Untuk mengatasi masalah ini, menurut Nurdin, pihaknya mengharapkan tenaga medis di Gunung Sitoli diperbanyak. Dengan tambahan bantuan tenaga medis ratusan korban luka bisa ditangani di Gunung Sitoli.Posko kesehatan yang didirikan di lapangan bola merupakan alih fungsi dari sebuah bangunan sekolah. Sifatnya yang darurat bisa dilihat dari digunakannya gagang sapu dan kayu untuk menyangga botol bagi para korban yang dirawat di tempat ini.Sementara tentang jenis bantuan lain yang dibutuhkan, Nurdin menyatakan masyarakat Gunung Sitoli sangat membutuhkan bantuan air minum karena sulitnya mendapatkan air bersih di kawasa ini. Kemudian makanan dan obat-obatan.
(gtp/)











































