Khotbah Idul Adha Masjid Istiqlal Soroti Terorisme dan Narkoba

Khotbah Idul Adha Masjid Istiqlal Soroti Terorisme dan Narkoba

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 12 Sep 2016 09:22 WIB
Khotbah Idul Adha Masjid Istiqlal Soroti Terorisme dan Narkoba
Suasana saat salat Idul Adha di Masjid Istiqlal (Foto: Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta - Teladan Nabi Ibrahim menjadi tema utama dalam khotbah usai salat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Cholil Nafis yang menyampaikan khotbah itu mengingatkan masyarakat untuk meneladani Nabi Ibrahim agar Indonesia terhindar dari terorisme dan bahaya narkoba.

"Bangsa ini tengah dihadapkan pada problematika yang menimpa generasi muda, mulai dari kasus penyalahgunaan narkoba, miras, terorisme, dan kekerasan," kata Cholil saat menyampaikan khotbahnya di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2016).

Mengutip data Badan Narkotika Nasional (BNN), Cholil menyebut jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang dengan 22 persen penggunanya adalah remaja. Di kota-kota besar, pengguna narkoba dari kalangan remaja bisa mencapai 60 persen hingga 70 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan riset data yang dilakukan oleh Indonesia Research Team 2012 antara Kementerian Luar Negeri, INSEP dan Densus 88, sebanyak 47 persen pelaku teroris ada pada rentang usia 31-41 tahun," imbuh peraih gelar Ph.D dari Universitas of Malaya, Malaysia.

Selain itu, dia juga menyoroti tentang kekerasan yang melibatkan generasi muda. Aksi kekerasan seperti tawuran hingga perundungan atau bullying di sekolah menurut Cholil merupakan hasil dari cara berpikir pendek dan mementingkan diri sendiri. Kemudian berkaitan dengan terorisme, Cholil juga menyebut hal itu tumbuh dari pemahaman yang salah.

"Apalagi didasarkan pada sebuah keyakinan yang ingin cepat mendapatkan surga dengan cara menyakiti orang lain. Ini tidak boleh dibiarkan," kata dia.

Untuk itu, Cholil mengingatkan agar para orang tua meneladani sikap Nabi Ibrahim dalam kehidupan berumah tangga. Keluarga Ibrahim adalah keluarga teladan yang telah mempraktikkan kombinasi kepasrahan kepada Tuhan sekaligus kegigihan dalam berjuang hidup.

"Dalam istilah agama, hal ini kita kenal sebagai tawakal dan ikhtiar. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan, karena merupakan satu-kesatuan yang saling berkaitan dan saling mendukung untuk tercapainya keseimbangan dalam perjalanan kehidupan untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat," tuturnya.

Ibadah kurban juga menunjukkan sisi altruisme yaitu pengorbanan untuk orang lain. Kerelaan berkorban, selain sebagai ekspresi keimanan, juga sebagai penjagaan sikap 'mengutamakan orang lain' daripada diri sendiri. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads